Dihukum 2 Tahun, Ketajaman Rossi Tak Hilang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 14 Desember 2020 14:25 WIB
Gambar Paolo Rossi di Stadion San Siro (Foto: Reuters/Alessandro Garofalo)
Share :

MENINGGALNYA Paolo Rossi membuat Italia berduka. Ia dipuja bak pahlawan bagi pecinta sepakbola Italia, tetapi di sisi lain, ada sebuah kontroversi yang nyaris menghabisi kariernya. Sebab, Pablito harus menjalani hukuman larangan bermain selama dua tahun.

Ya, nama Paolo Rossi sempat tercoreng akibat skandal yang diberi nama Totonero. Skandal tersebut merujuk pada praktik perjudian ilegal di Italia. Terungkapnya skandal itu tidak terlepas dari peran dua orang penjudi bernama Alvaro Trinca dan Massimo Cruciani.

Pada 23 Maret 1980, Guardia di Finanza mengungkap skandal tersebut setelah mendapat laporan dari Trinca dan Cruciani. Keduanya mengeluh karena menduga ada sejumlah pesepakbola Italia yang terlibat pengaturan skor demi uang.

Baca juga: Diterpa Badai Cedera Tak Buat Rossi Menyerah Jadi Cahaya Italia

Sanksi berat pun dijatuhkan oleh Federasi Sepakbola Italia (FIGC) kepada semua yang terlibat. Salah satunya adalah Paolo Rossi. Penyerang yang kala itu bermain untuk Perugia, dihukum larangan bermain selama tiga tahun.

Tentu saja, Paolo Rossi menolak segala tuduhan. Beruntung, hukuman tersebut direduksi menjadi hanya dua tahun saja. Pun begitu, pria kelahiran Prato tersebut harus absen dari hiruk pikuk lapangan hijau pada 1980-1982.

Hukuman itu dikurangi tidak terlepas dari inisiatif FIGC agar Paolo Rossi tampil di Piala Dunia 1982. Tanpa kehadiran sang striker andalan, Timnas Italia tidak bisa berbuat banyak pada Piala Eropa 1980 yang berlangsung di negeri sendiri.

Kritik pun menghujani Pelatih Enzo Bearzot yang bersikukuh memanggilnya ke timnas. Betapa tidak, Paolo Rossi sudah tidak bermain sepakbola selama dua tahun. Kondisi fisik dan mentalnya dipastikan tidak dalam kondisi terbaik.

Enzo Bearzot bergeming. Instingnya berbicara. Paolo Rossi memang gagal menunjukkan ketajamannya pada tiga laga awal di fase grup pertama. Kemampuannya baru terlihat pada fase grup kedua yang diawali hattrick ke gawang Brasil.

Kemudian, Paolo Rossi memborong semua gol kemenangan Italia saat melibas Polandia dengan skor 2-0. Di babak final, ia menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-1 atas Jerman Barat. Paolo Rossi keluar sebagai top skor, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1982.

Namanya kian harum setelah dianugerahi Ballon dOr 1982 oleh majalah France Football. Ia menjadi orang Italia ketiga yang mendapat trofi tersebut setelah Omar Sivori dan Gianni Rivera. Tidak heran, Paolo Rossi dipuja bak pahlawan di Italia.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya