Namun, pelarangan perjalanan tersebut dikeluarkan oleh pihak ASL Napoli yang ikut campur. Menurut ASL Turin, ASL Napoli melakukan pelarangan tersebut lantaran I Partenopei tidak menerapkan protokol dengan baik.
“Juventus dan Torino menerapkan protokol COVID FIGC dan Kementerian Kesehatan ke dalam surat tersebut, jadi kami bahkan tidak pernah berpikir untuk melakukan intervensi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan ASL Napoli," jelas Kepala ASL Turin, Dr. Roberto Testi, seperti dilansir dari Football Italia, Rabu (7/10/2020).
“Ketika seorang pemain positif, kepala medis klub segera memberi tahu semua orang. Tim, seperti halnya urusan apa pun, mengurus atlet, sementara kami mengikuti elemen ekstra-sepakbola yang berpotensi tertular: istri, anak-anak, pengasuh bayi,” lanjut Testi.
"Adapun para pemain, yang kami lakukan di sana adalah melakukan tes terakhir untuk memastikan dia telah pulih. Saya hanya bisa membayangkan ASL di Napoli mengambil keputusan itu karena menilai Napoli belum menerapkan protokol COVID dengan baik,” tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)