Dalih tersebut justru memunculkan polemik. ASL atau otoritas pemerintah lainnya memang punya kuasa untuk menerbitkan aturan yang berdampak pada sepakbola di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi, imbauan atau larangan dari ASL baru muncul jika ditemukan pelanggaran terhadap protokol yang ada.
Karena itu, Vincenzo Spadafora dan Gabriele Gravina secara khusus bertemu dalam rapat tertutup di Roma, Senin 5 Oktober malam WIB. Keduanya sepakat bahwa protokol yang ada harus dipatuhi dan pelanggar wajib dijatuhi hukuman.
“Sampai hari ini, protokol itu masih sah harus dipatuhi semua orang tanpa terkecuali dengan ketat. Kami sadar bahwa adaptasi diperlukan di masa depan. Kami siap mengambil bagian jika ada perubahan protokol. ASL dapat melakukan intervensi dalam kasus spesifik,” tegas Vincenzo Spadafora, dikutip dari Football Italia, Selasa (6/10/2020).
“Protokolnya sudah jelas dan bekerja dengan baik. Saya tidak melihat alasan mengapa protokol ini tidak akan bekerja dengan baik di masa depan. Kita harus hidup berdampingan dengan pandemi ini dan selalu bertanggung jawab dalam setiap tindakan. Jika ada yang melanggar, wajib dihukum,” timpal Gabriele Gravina.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)