Langkah Tihana untuk menjadi seorang pelatih bukan tanpa alasan. Latar belakang pendidikan di bidang olahraga sangat mendukung pekerjaannya saat ini. Meski menangani tim pria, Tihana mengaku tidak mengalami kesulitan dan para pemain juga tetap menghormatinya sebagi pelatih.
“Saya pelatih kepala dan saya memiliki kebebasan penuh untuk menciptakan dan merencanakan taktik tim, ujar Tihana, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (15/7/2020).
“Jika seorang wanita dan seorang pria memiliki kualifikasi profesional yang sama untuk pekerjaan kepelatihan, saya tidak melihat alasan mengapa saya tidak boleh masuk ke sepakbola pria,” tandasnya.
(Ramdani Bur)