3. Lemparan ke Dalam
Lemparan ke dalam atau throw-in adalah bagian penting dari sepakbola. Tak jarang, sebuah gol tercipta melalui situasi ini. Namun, banyak pemain yang menyalahi aturan lemparan ke dalam.
Banyak pemain yang melanggar dengan melakukan ancang-ancang melempar bola sambil berlari, sesuatu yang diharamkan. Aturan lemparan ke dalam yang benar , yakni bola dilempar dengan kedua tangan menuju ke lapangan permainan dengan dimulai dari belakang kepala (bola berada di belakang kepala).
2. Menarik Jersey Lawan
Menarik jersey lawan di area kotak penalti jarang berbuah penalti. Bahkan, banyak pemain yang protes karena kausnya ditarik lawan, namun justru tidak digubris oleh wasit.
Menarik pemain lawan merupakan pelanggaran karena perilaku yang tidak sportif, dan menarik kaus lawan harusnya juga dianggap pelanggaran. Jika itu terjadi di kotak penalti, harusnya itu penalti.
Namun, wasit jarang meniup peluit untuk hal semacam itu dan pemain yang sedang diserang akan memanfaatkannya dengan terus menarik kaus atau jersey pemain lawan.
1.Aturan 6 detik
Dalam pertandingan semifinal Olimpiade Musim Panas 2012, wasit bernama Christiana Pedersen meniup peluit dan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim Amerika Serikat.
Alasan wasit saat itu karena kiper Kanada menahan bola di tangannya selama lebih dari 6 detik, dan itu menjadi kontroversi. Namun, wasit punya hak karena dalan aturan menyatakan penjaga gawang tidak diizinkan untuk mengendalikan bola di tangannya selama lebih dari enam detik.
Meski begitu aturan ini agak rancu, karena enam detik harus dihitung setelah kiper sepenuhnya mengendalikan bola dan agak jauh dari pemain lawan.
(Ramdani Bur)