LIVERPOOL – Kemampuan Jordan Henderson sempat diragukan saat dibeli Liverpool dari Sunderland pada musim 2011-2012. Henderson bahkan hampir dijual Liverpool ke Fullham, semusim setelah kedatangannya. Akan tetapi, transfer itu tidak terjadi sehingga Henderson bisa mengukir prestasi bersama The Reds –julukan Liverpool– sekarang.
Henderson pun mulai dapat pengakuan dari banyak pihak atas kemampuannya. Menilik pada performa Henderson sekarang, Liverpool mengambil keputusan tepat dengan merekrutnya dari Sunderland. Jika tidak bergabung ke Liverpool, Henderson mungkin akan membela rival The Reds, Manchester United dan Manchester City.
Namun, transfer ke Man United dan Man City tidak jadi kenyataan. Henderson lebih memilih Liverpool, setelah berbicara dengan Pelatih Liverpool waktu itu, Sir Kenny Dalglish. Pembicaraan dengan Dalglish meyakinkan pemain berpaspor Inggris itu, untuk berseragam The Reds hingga sekarang.
BACA JUGA: Henderson Berikan Petuah untuk Sancho yang Sedang Jadi Rebutan Klub Top Eropa
“Itu cukup tiba-tiba (ketertarikan dari klub-klub besar, pada musim 2011-2012). Saya tahu beberapa klub mengawasi saya pada saat itu. Saya tahu Man United adalah salah satu karena pelatih kami pada saat itu adalah Steve Bruce (legenda Man United),” kata Henderson, menyadur dari Chronicle Live, Jumat (19/6/2020).
“Bukan hanya Man United. Ada pembicaraan tentang Man City dan kemudian, tentu saja, Liverpool, dan segera setelah saya tahu Liverpool tertarik dan saya berbicara dengan Kenny (Dalglish), itu cukup sederhana bagi saya. Saya tahu apa yang ingin saya lakukan dan ke mana saya ingin pergi,” ujarnya.
Henderson sudah memberikan empat trofi untuk Liverpool, sepanjang sembilan tahun pengabdiannya di Anfield Stadium. Trofi kelima akan segera diberikan Henderson, karena Liverpool tinggal selangkah lagi menjadi juara Liga Inggris 2019-2020. Trofi itu akan sangat spesial, karena Liverpool sudah 30 tahun tidak menjuarai Liga Inggris.
(Ramdani Bur)