"Balotelli hanya memiliki kesempatan. Ada yang sekarang membandingkannya dengan Moise Kean, seorang bocah lelaki yang tampak pemberontak dan tidak terkendali, tetapi sama sekali berbeda dari Mario," terang Chiellini dalam buku autobiografinya yang berjudul Io Giorgio.
"Tentu saja, di masa mudanya di Juventus dia dihukum berkali-kali. Tetapi, ketika dia bermain di tim utama, dia selalu menunjukkan dirinya sangat hormat kepada grup. Kadang-kadang dia tidak mendengar alarm dan datang terlambat, namun itu adalah perilaku yang dapat diubah tanpa kesulitan," sambung Chiellini.
(Ramdani Bur)