ISTANBUL – Ambisi Keluarga Kerajaan Arab Saudi untuk mengakuisisi Newcastle United terus mendapat perlawanan. Kali ini, tunangan almarhum Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta The Toon Army –penggemar The Magpies- untuk menentang proses akuisisi.
Seperti dikabarkan, proses akuisisi Newcastle United sudah memasuki tahap peninjauan dokumen legal oleh operator Liga Inggris, Premier League. Pembelian dilakukan oleh sebuah konsorsium yang didukung Yayasan Investasi Publik Arab Saudi (PIF) dengan nilai 300 juta poundsterling (setara Rp5,44 triliun).
Baca juga: Meski Punya Banyak Uang, Newcastle Tak Bisa Langsung Datangkan Pemain Top
PIF merupakan badan yang dimiliki oleh anggota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS). Putra mahkota Kerajaan Arab Saudi tersebut diduga menjadi dalang di balik pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Jenderal yang berada di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.
Almarhum Jamal Khashoggi diyakini dibunuh di dalam kantor konsulat saat hendak mengurus dokumen pernikahan dengan Hatice Cengiz. Catatan kelam soal pembunuhan tersebut plus rekor buruk terkait pelanggaran HAM oleh Arab Saudi menjadi isu utama perlawanan.
“Saya menulis surat kepada Anda sekalian di waktu yang krusial terkait sejarah klub sepakbola yang kalian dukung. Saya tahu kalian semua tergoda dengan tawaran uang yang diajukan Pangeran Mohammed Bin Salman. Namun, beliau dituduh memerintahkan pembunuhan Jamal,” tulis Hatice Cengiz dalam suratnya, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Kamis (14/5/2020).
“Dia belum pernah diadili karena menguasai negara dengan tangan besi. Surat ini saya tulis agar Anda sekalian berpikir lagi apakah tawaran dari Mohammed Bin Salman tepat untuk membawa keluar klub dan kota Anda dari masa kelam,” tutup perempuan berkebangsaan Turki itu.
(Ramdani Bur)