LONDON – Kabar kurang baik menerpa pelatih Chelsea, Frank Lampard. Beberapa hari yang lalu, rumah Lampard yang berada di kawasan London Barat dibobol sekawanan pencuri. Kala itu dari rumah Lampard, si pencuri mengondol arloji seharga 60 ribu pounds atau setara Rp1,1 miliar.
Ini merupakan yang keempat kali rumah Lampard kemalingan. Sebelumnya, rumah Lampard yang berharga 12 juta pounds atau setara Rp221,8 miliar itu juga kemalingan pada Desember 2019.
(Istri dan anak-anak Lampard saat berada di salah satu bagian rumahnya)
Setelah rumah Lampard, baru-baru ini rumah mendiang pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, juga disatroni sekawanan pencuri. Dari rumah Vichai, si pencuri terindikasi membawa sejumlah barang yang jika diakumulasi mencapai 1 juta pounds atau setara Rp18,5 miliar.
BACA JUGA: Tomori Akui Lampard Berperan Penting bagi Pemain Muda Chelsea
Sebenarnya semenjak Vichai meninggal dunia pada Oktober 2018 akibat kecelakaan helikopter, rumah tersebut telah dijadikan kuil alias tempat ibadah. Hanya saja, masih saja ada orang yang tidak bertanggungjawab menggasak harta salah satu pria terkaya di Thailand tersebut.
Seseorang sumber mengatakan, pelaku perampokan di rumah Lampard dan Vichai diprediksi komplotan yang sama. Karena itu, harapannya dalam waktu dekat si pelaku dapat segera diamankan.
“Kedua perampokan itu mungkin dilakukan oleh komplotan yang sama. Keluarga Vichai sangat kesal atas kejadian tersebut. Rumahnya benar-benar diacak-acak dan banyak barang berharga yang diambil. Pihak kepolisian pun memberikan asumsi bahwa rumah Vichai dan Lampard memang sengaja dijadikan sasaran,” ujar sumber tersebut mengutip dari The Sun, Jumat (8/5/2020).
(Fetra Hariandja)