MANCHESTER – Pesepakbola legenda Manchester United, Gary Neville, menilai Liverpool layak diganjar juara Liga Inggris 2019-2020 atas pencapaian yang mereka buat sejauh ini. Hanya saja dalam pandangan Neville, penobatan Liverpool sebagai juara ketika kompetisi masih menyisakan sembilan pekan bakal dijadikan lelucon hingga 20 tahun ke depan.
Pada Jumat 1 Mei 2020, petinggi klub-klub Liga Inggris mengadakan pembicaraan. Dalam pembicaraan itu mengeluarkan hasil bahwa Liga Inggris 2019-2020 bisa digulirkan pada 12 Juni 2020, asalkan mendapat lampu hijau dari pemerintah Inggris.
Jika benar digelar pada 12 Juni 2020, senyum lebar jelas merekah di tubuh Liverpool. Sebab, dari sembilan pekan tersisa, Liverpool hanya membutuhkan enam poin tambahan untuk menyegel gelar juara pertama Liga Inggris mereka dalam kurun 30 tahun terakhir.
Sebelum kompetisi ditangguhkan di pekan ke-29, Liverpool duduk di puncak klasemen dengan koleksi 82 angka. Liverpool unggul 25 poin dari Manchester City di tempat kedua.
BACA JUGA: Satu Syarat agar Liga Inggris 2019-2020 Bisa Kembali Bergulir
Sebenarnya jika musim dibatalkan, Liverpool kemungkinan juga dinobatkan sebagai juara, seperti yang dialami Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Prancis (saat itu PSG unggul 12 poin dari Marseille di tempat kedua). Hanya saja jika sistem di atas yang terjadi, gelar juara yang diraih Liverpool tidak terlalu membanggakan.
Sebab, gelar juara didapat secara hibah, mengingat Liverpool tidak benar-benar memastikan trofi di lapangan hijau. Hal itulah yang dinilai Neville bakal dijadikannya lelucon dalam 20 tahun ke depan.
“Saya pikir sangat konyol jika tidak memberikan Liverpool trofi Liga Inggris. Pemberian gelar juara juga takkan membuat hati skuad Liverpool bahagia. Sebab, mereka tak bisa merayakan gelar juara di tengah kerumunan,” kata Neville mengutip dari The Sun, Rabu (6/5/2020).
“Saya pikir saya akan mencetak kaus jika Liverpool dinobatkan sebagai juara. Kaus itu akan saya gunakan ketika siaran di Sky Sports musim depan. Liverpool memang layak menjadi juara Liga Inggris, namun sedikitnya saya memiliki bahan lelucon hingga 20 tahun ke depan,” tutup Neville yang diketahui benci kepada Liverpool.
(Fetra Hariandja)