“Alasan mengapa dia (Satta) selalu cedera adalah karena kami melakukan hubungan seks tujuh hingga sepuluh kali dalam seminggu. Saya khawatir itulah alasan ototnya sering terkilir,” ujar Satta, menyadur dari The Sun, Kamis (23/4/2020).
Rentetan cedera yang diderita Boateng pada musim 2011-2012, telah memengaruhi kariernya. Performa Boateng tidak pernah kembali ke level sebelumnya saat membawa Milan juara Liga Italia. Boateng pun berpindah ke banyak klub hingga akhirnya membela Besiktas seperti sekarang.
(Ramdani Bur)