LONDON – Baru-baru ini mantan kekasih Unai Emery, Brit Sacha Wright, mengaku telah disalahkan atas kegagalan pelatih asal Spanyol itu atas pekerjaannya di Arsenal. Menurut pemaparan Sacha, ia bahkan disebut seperti penyihir putih yang telah membawa kesialan kepada Emery.
Emery sampai mengatakan Sacha penyihir putih karena semenjak mereka berpisah pada September 2019 lalu, Arsenal langsung mengalami tren yang sangat buruk.
Baca Juga: Almunia Dukung Arteta Bawa Arsenal Kembali ke Puncak
Bahkan di beberapa pertandingan Arsenal justru mengalami kekalahan beruntun. Perpisahannya dengan Sacha disebut Emery telah membuatnya kepikiran dan jadi hilang fokus dalam melatih Arsenal.
Karena menurunnya performa Arsenal, Emery pun akhirnya dipecat pada November silam. Kala itu, Sacha belum tahu Emery menyalahkannya. Karena itu pada awal 2020 Sacha mencoba mendekati Emery lagi.
Akan tetapi, pada Maret 2020 lagi-lagi Sacha dan Emery berpisah. Bedanya, kali ini retaknya hubungan mereka karena Emery mengatakan Sacha menjadi biang keladi dari kegagala mempertahankan pekerjaanya bersama Arsenal.
“Dia (Emery) mengatakan kepada saya bahwa saya seperti penyihir putih karena telah membawanya kesialan. Dia berkata ketika kami putus adalah momen di mana Arsenal mengalami kekalahan beruntun,” ungkap Sacha, dilansir dari The Sun, Senin (20/4/2020).
“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia stress dan pikirannya pun menjadi kacau ketika kami berpisah (pada September 2019),” tambahnya.
Menariknya, hubungan Emery dengan Sacha adalah jalinan kasih yang ditutupi. Sebab disaat yang bersamaan, Emery dikabarkan sudah menjalin asmara dengan pemilih bar di Spanyol yang bernama Lucila Vila Segui.
Hubungan Emery dan Lucila bisa dikatakan sangat dekat karena mereka sempat tinggal bersama sewaktu pelatih berusia 48 tahun itu melatih Paris Saint-Germain (PSG). Sedangkan hubungan Emery dengan Sacha justru ditutup-tutupi, sampai foto yang diambil orang-orang sempat membuat Emery kesal.
(Ramdani Bur)