PARIS – Mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba, dibuat geram dengan pernyataan dua profesor medis, Jean-Paul Mira dan Camille Locht, soal uji coba vaksin Virus Corona (Covid-19). Sebab, mereka menilai uji coba vaksin tersebut harus dilakukan terhadap orang-orang Afrika.
Menurut Drogba, apa yang dinyatakan oleh kedua profesor tersebut adalah bentuk rasisme terhadap masyarakat Afrika. Apalagi, dalam kasus ini orang-orang Afrika hanya dianggap sebagai kelinci percobaan.
Baca juga: Gelar Pesta di Tengah Pandemi Corona, Kyle Walker Minta Maaf
"Tidak dapat dibayangkan bahwa kami terus menerima ini. Afrika bukan laboratorium. Saya sangat mencela pernyataan serius, rasis, dan menghina ini!” tulis Drogba di akun Twitter pribadinya, Senin (6/4/2020).
“Bantu kami menyelamatkan hidup di Afrika dan menghentikan penyebaran virus ini yang mengguncang seluruh dunia, alih-alih menganggap kami sebagai kelinci percobaan. Itu tidak masuk akal! Para pemimpin Afrika memiliki tanggung jawab untuk melindungi orang-orang dari plot keji ini," lanjutnya.