“Tetapi waktunya belum matang untuk memutuskan pembatalan. Jumlah orang yang terinfeksi semakin berkurang dan jika musim terganggu tidak akan adil,” tambah pria asal Albania tersebut.
“Bagi sepakbola Italia, berhenti di sini akan menjadi bencana. Kami akan mencoba mencegah hal ini terjadi dengan seluruh kekuatan kami. Di sepakbola Italia, lebih dari 75% klub membiayai anggaran mereka melalui hak TV, jika pendapatan ini tidak ada, maka itu akan runtuh,” pungkasnya.
(Fetra Hariandja)