LIVERPOOL – Dalam beberapa musim terakhir, sebutan kutukan Divock Origi cukup terdengar kencang dalam dunia sepakbola saat ini. Kutukan itu terkait setiap Origi menjebol gawang lawan, maka tim tersebut akan mengalami nasib yang cukup buruk.
Nasib buruk itu bisa menurunnya performa atau bahkan bisa sampai ke pemecatan pelatih. Beberapa nama pernah menjadi korban kutukan penggawa Liverpool tersebut. Seperti Arsenal, Everton, dan yang terbaru adalah Barcelona.
Baca Juga: Resmi! Barcelona Pecat Valverde sebagai Pelatih
Untuk kasus Arsenal, Origi yang berhasil mencetak dua gol saat kedua tim tersebut bertemu di babak keempat Piala Liga Inggris 2019-2020 membuat pelatih mereka, Unai Emery, beberapa hari setelahnya dipecat. Nasib serupa juga dirasakan Marco Silva yang ditendang dari Everton setelah timnya dikalahkan oleh Liverpool dan Origi juga mencetak dua gol di laga pekan ke-15 Liga Inggris 2019-2020 tersebut.
Kini, Valverde menjadi korban kutukan Origi selanjutnya. Walau memang Valverde tak dipecat secara langsung setelah Origi menjebol gawang Blaugrana –julukan Barcelona– di leg kedua semifinal Liga Champions 2018-2019 pada Mei 2019 silam, tetapi efeknya sebenarnya sudah terasa.
Efek tersebut adalah mulai menurunya performa Barcelona setelah kalah dan dibobol oleh penyerang asal Belgia itu. Hingga akhirnya Valverde pun dipecat pada Selasa (14/1/2020). Kabar dipecatnya Valverde itu pun membuat kutukan Origi itu terus berlanjut.
Padahal, Valverde sendiri dipecat karena para petinggi Barcelona dan fans tidak puas dengan kinerja sang pelatih dalam beberapa laga terakhir. Khususnya usai Barcelona gagal meraih Piala Super Spanyol 2019-2020 lantaran telah kalah dari Atletico Madrid di semifinal.
Kendati begitu, walau memang itu semua adalah sebuah kebetulan, tetapi mitos tentang kutukan Divock Origi tersebut cukup menarik untuk dibahas. Apalagi banyak hal-hal yang mendukung kutukan tersebut terlihat nyata.
(Ramdani Bur)