“Saya tahu (rasisme) cepat atau lambat akan terjadi. Saya sudah menyiapkan diri karena sebelum datang ke sini, saya sudah berbicara dengan sejumlah teman yang bermain di Liga Italia dan mereka mengingatkan saya soal rasisme,” urai Romelu Lukaku, dikutip dari Goal, Sabtu (16/11/2019).
“Momen yang sulit di kandang Cagliari. Otoritas Serie A dan UEFA harus berbuat lebih. Khusus UEFA, mereka harus segera bertindak. Kita sering mengampanyekan perlawanan terhadap rasisme, tetapi jika tidak mengambil tindakan tegas untuk mengikis fenomena itu, rasanya tidak masuk akal,” sambung pemain berusia 26 tahun itu dalam konferensi pers di Saint Petersburg, Rusia.
Tindakan rasisme di Liga Italia 2019-2020 bahkan menimpa eks penggawa Gli Azzurri, Mario Balotelli. Pemain berdarah Ghana itu harus bereaksi keras dengan menendang bola ke arah tribun Stadion Marc Antonio Bentegodi yang menirukan suara monyet ketika dirinya menguasai si kulit bundar.
(Fetra Hariandja)