Hingga batas waktu yang ditentukan selesai, ada dua tim yang belum memenuhi persyaratan yakni Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Akan tetapi, PT Liga Indonesia tetap menggulirkan QNB League 2015 dengan beranggotakan 18 tim termasuk Arema dan Persebaya pada 4 April 2015.
Setelah itu Kemenpora kemudian melayangkan teguran tertulis hingga tiga kali kepada PSSI tetapi tidak mendapatkan respon. Hal itu berbuntut panjang hingga akhirnya Imam Nahrawi harus mengeluarkan Keputusan Menpora No. 0137 Tahun 2015 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Kegiatan Keolahragaan PSSI Tidak Diakui pada 17 April 2019. Keputusan itu akhirnya berbuntut hukuman dari FIFA terhadap PSSI yakni pembekuan.
Kejadian itu memiliki makna besar dalam sejarah persepakbolaan Tanah Air karena ada sisi positif dan negatif di baliknya. Akan tetapi, lebih baik jika kejadian serupa tidak terjadi karena dibutuhkan keselarasan antara Kemenpora dengan PSSI demi kemajuan sepakbola Tanah Air apalagi akhir-akhir ini prestasi Timnas Indonesia tengah menurun. Meningkatnya prestasi sepakbola Tanah Air adalah harapan dari masyarakat Indonesia terhadap Zainudin selaku Menpora yang baru.
(Andika Pratama)