LONDON – Granit Xhaka akhirnya memberikan jawaban soal kritikan yang ditunjukkan kepadanya sebagai pemain paling buruk di laga Arsenal kontra Tottenham Hotspur pada matchday keempat Liga Inggris musim 2019-2020. Xhaka justru lebih menyoroti penyelesaian akhir buruk jadi penyebab Arsenal urung menang di laga tersebut.
Sebagaimana diketahui, Arsenal memang meraih hasil kurang memuaskan ketika menjamu Tottenham di Emirates Stadium pada akhir pekan kemarin. Bahkan di laga tersebut, Arsenal sempat tertinggal dua gol lebih dahulu atas Tottenham melalui gol Christian Eriksen dan penalti Harry Kane.
Tottenham sendiri berhasil mendapatkan hadiah penalti setelah pemainnya Heung Son Min ditekel oleh Xhaka di kotak terlarang. Beruntung Arsenal mampu bangkit dan menutup laga tersebut dengan hasil imbang setelah Alexandre Lacazette serta Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol.
Baca Juga: Mkhitaryan Ungkap Alasannya Tak Bahagia di Arsenal
Seusai pertandingan, nama Xhaka pun ramai jadi bahan perbincangan banyak khalayak. Xhaka dituding sebagai penyebab utama Arsenal akhirnya gagal memenangkan laga bertajuk derby London Utara tersebut.
Terus-terusan mendapatkan kritikan, Xhaka pun akhirnya memberikan pembelaan diri. Gelandang Timnas Swiss tersebut menyebut Arsenal mungkin bisa saja memenangkan laga kontra Tottenham, jika tak membuang-buang kesempatan yang didapatkannya.
“Tentu saja kritik-kritik selalu ada di sini, di derby London kupikir kami menjalani sebuah pertandingan yang bagus. Saya membuat sebuah kesalahan dengan penalti, dan itu memang fakta,” ucap Xhaka, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (6/9/2019).
Baca Juga: Arsenal Terpuruk, Merson: Saatnya Mainkan Ozil, Emery!
“Tapi kalau Anda melihat pertandingannya, kami bisa sebenarnya bisa saja menang. Kami mempunyai cukup banyak peluang. Namun inilah sepakbola. Tidak ada orang yang membicarakan tentang peluang-peluang, tidak ada orang yang membicarakan tentang berapa banyak peluang yang terbuang. Selalu tentang kesalahan-kesalahan,” tuntas pemain berusia 26 tahun itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)