ISTANBUL – Piala Super Eropa 2019 akan mempertemukan dua wakil asal Inggris, yakni Liverpool dan Chelsea. Hal itu menunjukkan dominasi klub-klub asal Inggris di percaturan sepakbola Eropa di sepanjang musim 2018-2019.
Akan tetapi, sebelum Inggris berjaya musim ini, dominasi sempat dibuat klub-klub Spanyol. Hal itu karena dalam 10 tahun (2009-2018), sembilan trofi di antaranya jatuh ke tangan klub-klub asal Negeri Matador.
(Barcelona juara Piala Super Eropa 2015. Foto: AP)
Dominasi awal bermula saat Barcelona yang berstatus kampiun LIga Champions 2008-2009, dipertemukan dengan Shakhtar Donetsk (juara Liga Eropa 2008-2009) di Piala Super Eropa 2009. Saat itu, Blaugrana –julukan Barcelona– menang 1-0 lewat gol yang dilesakkan Pedro Rodriguez di menit 115.
BACA JUGA: Spanyol Jadi Negara Tersukses di Piala Super Eropa, Berapa Trofi yang Diraih?
Setelah itu, dominasi wakil-wakil Spanyol berlanjut pada 2010-2012. Atletico Madrid meraihnya pada 2010 dan 2012, sedangkan Barcelona di edisi 2011. Kedigdayaan Spanyol sempat terhenti saat Bayern Munich menjadi kampiun Piala Eropa 2013 setelah menang 5-4 via adu penalti atas Chelsea.
Setelah 2013, dominasi Spanyol tak tertahankan. Real Madrid menjadi kampiun pada 2014, 2016 dan 2017. Sementara itu, dua gelar lain masing-masing dimenangkan Barcelona pada 2015 dan Atletico Madrid (2018).
Bahkan pada 2014, 2015, 2016 dan 2018 tercipta All Spanish Final di turnamen yang mempertemukan kampiun Liga Champions dan Liga Eropa tersebut. Hal itu menunjukkan kedigdayaan sepakbola Spanyol di percaturan sepakbola Eropa.
Berikut hasil Piala Super Eropa 2009-2018
2009: Barcelona 1-0 Shakhtar Donetsk
2010: Atletico Madrid 2-0 Inter Milan
2011: Barcelona 2-0 Porto
2012: Atletico Madrid 4-1 Chelsea
2013: Bayern Munich 5-4 Chelsea
2014: Real Madrid 2-0 Sevilla
2015: Barcelona 5-4 Sevilla
2016: Real Madrid 3-2 Sevilla
2017: Real Madrid 2-1 Manchester United
2018: Atletico Madrid 4-2 Real Madrid
(Ramdani Bur)