Penampilan Buruk Lukaku di Man United adalah Kesalahan Solskjaer

Ezha Herdanu, Jurnalis
Senin 15 Juli 2019 11:25 WIB
Romelu Lukaku dan Ole Gunnar Solskjaer (Foto: Facebook Manchester United)
Share :

BRUSSEL – Mantan juru taktik tim nasional (Timnas) Belgia, Georges Leekens, coba mengomentari performa Romelu Lukaku bersama Manchester United di sepanjang musim 2018-2019. Leekens menilai penurunan performa Lukaku merupakan murni kesalahan dari manajernya, Ole Gunnar Solskjaer.

Sebagaimana diketahui, Lukaku sendiri resmi bergabung dengan Man United pada jendela transfer musim panas 2017. Manajemen Man United merekrut Lukaku dari Everton dengan mahar mencapai 85 juta euro atau sekira Rp1,48 triliun.

Pada musim perdananya bersama Man United, Lukaku sendiri tampil sangat tajam. Ya, penyerang yang memiliki tinggi badan 190 cm tersebut mampu menyumbangkan 27 gol dari 51 penampilannya berseragam Setan Merah –julukan Man United.

Baca Juga: Masa Depan Pogba Tak Lagi Bersama Man United?

Akan tetapi pada musim 2018-2019, catatan gol Lukaku mengalami penurunan drastis. Lukaku hanya mampu mencatatkan namanya di papan skor sebanyak 15 kali dari 45 penampilan. Situasi Lukaku di Man United semakin sulit ketika posisi Jose Mourinho sebagai manajer digantikan oleh Solskjaer.

Ya, Solskjaer lebih memilih memasukan nama Marcus Rashford sebagai ujung tombak Man United. Sementara Lukaku lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Fakta itulah yang membuat Leekens kesal pada Solskjaer, dan menyebut pria asal Norwegia tersebut bertanggung jawab atas performa minor Lukaku bersama Man United di sisa musim lalu.

“Dia (Lukaku) adalah pemain fantastis, tapi pergantian pelatih di Manchester tidak berhasil untuknya. Dia terlihat lepas ketika bermain untuk (Timnas) Belgia dan bisa dilihat dari cara dia bermain dan mencetak gol dalam laga kualifikasi terakhir melawan Kazakhstan dan Skotlandia,” ucap Leekens, seperti disadur dari The Sun, Senin (15/7/2019).

Bac Juga: Hengkang ke Man United, Wan-Bissaka Akui Dinasihati Zaha

“Dia butuh kepercayaan diri, dia butuh merasa diinginkan. Ketika Anda ragu untuk memilihnya, dia merasakannya dan tidak melupakannya. Momen ketika dia merasa ada keraguan tentang dirinya, dia tidak akan ragu untuk melakukan apa yang menurutnya terbaik,” tuntasnya.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya