Setelah itu, karier Batistuta terus menanjak sehingga beberapa tim besar Liga Italia pun ingin memiliki jasanya. Setiap ada pertemuan pasti ada perspisahan dan hal tidak mengenakkan itu terjadi pada musim panas 2000 saat Batistuta memutuskan pindah ke AS Roma dengan mahar 36,15 juta euro atau sekira Rp575 miliar. Harga transfer Batistuta waktu itu adalah yang termahal untuk pemain berusia di atas 30 tahun. Batistuta resmi berseragam Roma pada usia 31 tahun.
Transfer itu tentu membuat banyak fans Fiorentina kecewa, tetapi itu adalah keputusan tepat untuk Batistuta karena ia mampu meraih trofi Liga Italia bersama Roma pada musim perdananya. Trofi Liga Italia adalah sesuatu yang tak pernah Batistuta raih dengan seragam Fiorentina. Gelar juara Liga Italia itu terasa lebih spesial karena Batistuta turut menyumbangkan 20 gol untuk I Lupi –julukan Roma.
Semusim berikutnya, Batistuta memberikan trofi Coppa Italia untuk Roma. Kendati demikian, performa Batistuta yang mulai menurun membuat Roma meminjamkannya ke Inter Milan pada musim dingin 2003. Pada akhir musim 2002-2003, Batistuta kembali ke Roma tetapi I Lupi menjualnya ke klub Qatar, Al-Arabi. Batistuta menghabiskan dua musim bersama Al-Arabi sebelum memutuskan pesiun pada akhir musim 2004-2005 saat berusia 36 tahun.
(Ramdani Bur)