Namun, musim perdana Batistuta di Newell’s tidak berjalan begitu baik karena ia hanya bermain dalam 16 laga dengan sumbangan empat gol sehingga harus pindah pada musim berikutnya. Klub selanjutnya yang ia bela adalah River Plate, tetapi ketajaman Batistuta juga belum menunjukkan perkembangan berarti karena ia hanya mampu membuat tiga gol dari 19 laga. Meski begitu, Batistuta mampu memberikan trofi Liga Argentina untuk River Plate.
Batistuta kemudian hijrah semusim kemudian ke Boca Juniors dan itu jadi awal mula namanya terkenal. Pasalnya, penampilan Batistuta meningkat drastis dengan torehan 13 gol untuk Boca dalam 30 laga. Ketajaman Batistuta bersama Boca membuat Fiorentina merekrutnya pada musim panas 1991.
Bergabung dengan Fiorentina membuat nama Batistuta mulai dikenal di Eropa. Ketajaman Batistuta membawa Fiorentina meraih dua trofi yakni Coppa Italia (1995-1996) dan Piala Super Italia (1996) dalam sembilan musim pengabdiannya.
Kendati demikian, Batistuta berhak menerima gelar legenda Fiorentina bukan hanya karena dua trofi yang diraihnya melainkan juga kesetiaan. Batistuta bisa saja meninggalkan Fiorentina saat terdegradasi ke Serie B pada musim 1992-1993, tetapi ia tak melakukannya.
Batistuta lebih memilih untuk bertahan di Fiorentina dan membawa mereka kembali ke Liga Italia semusim setelahnya. Kesetiaan Batistuta dibayar fans Fiorentina dengan membuatkannya patung di depan Stadion Artemio Franchi.