GABRIEL Batistuta adalah salah satu penyerang tertajam yang namanya tercatat dalam buku sejarah sepakbola dunia dengan tinta emas. Ketajaman di depan gawang membawa Batistuta meraih kesuksesan sebagai pemain.
Namun, semua itu tak akan terjadi jika Batistuta kecil tak menyaksikan keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Argentina menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kali pada 1978. Gelar juara itu terasa lebih spesial karena Argentina bertindak sebagai tuan rumah saat itu.
Momen itu membuat Batistuta yang berusia sembilan tahun mulai melirik sepakbola setelah sebelumnya lebih tertarik dengan basket. Batistuta kecil kemudian menyalurkan niatnya untuk bermain sepakbola dengan bergabung ke klub lokal di lingkungan rumahnya, Platense fc.
Batistuta kecil mulai mengembangkan kemampuannya semasa bermain dan berlatih dengan Platense. Bakat sepakbola Batistuta akhirnya mulai tercium klub besar Argentina saat Platense berjumpa Newell’s Old Boy dalam sebuah turnamen di Buenos Aires.
Pada waktu itu, Batistuta turut menyumbangkan dua gol dalam kemenangan Platense atas Newell’s. Pelatih Newell’s kala itu, Marcelo Bielsa, tertarik dengan Batistuta sehingga transfer pun terjadi pada 1988-1989.