Ayah dari dua orang anak itu memulai kariernya sebagai wasit pada 1992 ketika masih berusia 15 tahun. Karier tersebut dipilih setelah seorang dokter menyarankannya untuk tidak lagi bermain sepakbola. Menjadi seorang wasit adalah caranya untuk tetap berdekatan dengan dunia yang dicintainya, sepakbola.
“Dokter mengatakan saya harus berhenti karena mereka pikir saya punya masalah kesehatan. Jadi, saya mulai merintis karier sebagai wasit agar tetap berada di dunia sepakbola. Ketika berdiri bersama kedua tim di lorong stadion, saya akan benar-benar berkonsentrasi pada pertandingan,” imbuh Damir Skomina.
Tentu saja Damir Skomina tidak sendirian dalam memimpin laga. Ia akan ditemani Jure Praprotnik dan Robert Vukan sebagai asisten dan Antonio Mateu Lahoz selaku wasit keempat atau cadangan. Laga final di Stadion Wanda Metropolitano tersebut juga akan melibatkan VAR yang sudah diuji coba sejak babak 16 besar.
(Fetra Hariandja)