“Momen di mana pertandingan dihentikan, atau tidak dimainkan, saya yakin 90% dari orang normal di stadion akan menendang orang-orang idiot ini. Ini adalah tahun 2019, bukan 100 tahun lalu,” tutur Aleksander Ceferin, mengutip dari BBC, Kamis (4/4/2019).
“Kami akan berbicara lagi kepada para wasit, meminta mereka untuk percaya diri, dan tak perlu takut bertindak. Ini adalah masalah yang besar, tidak hanya di timur tetapi juga seluruh Eropa. Ini bukan masalah bangsa, melainkan orang-orang intoleran,” tukas pria asal Slovenia tersebut.
Aleksander Ceferin menambahkan, hukuman yang berlaku saat ini sudah cukup tegas untuk menindak rasisme. Namun, jika sudah menjadi masalah kronis, maka sebuah klub atau bahkan tim nasional (timnas) bisa saja dikeluarkan dari kompetisi, yang merupakan pilihan sanksi terakhir.
(Fetra Hariandja)