MANCHESTER City mendapat hasil buruk pada dua laga terakhir mereka di kompetisi Liga Inggris musim ini. Setelah takluk 2-3 dari Crystal Palace akhir pekan kemarin, pasukan Josep Guardiola kembali menelan pil pahit saat bertandang ke markas Leicester City, Rabu 26 Desember 2018 malam WIB.
Hasil buruk pada dua laga terakhir jelas sangat merugikan bagi sang juara bertahan. Pasalnya, bukan hanya semakin sulit mengejar Liverpool di puncak klasemen, kekalahan itu juga membuat Sergio Aguero dan kolega harus rela kehilangan tempat kedua karena digeser Tottenham Hotspur.
Menilik pada hal tersebut, kali ini Okezone akan membahas mengenai hal yang wajib diperbaiki Guardiola bersama Man City. Melansir dari Sporskeeda, Kamis(27/12/2018), berikut lima hal yang wajib diperbaiki Man City jika ingin menjaga asa untuk mempertahankan gelar
5. Kembali ke Strategi Bertahan Sebelumnya
Hingga pekan ke-14, Man City dan Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik di ajang Liga Inggris. Lini pertahanan mereka yang dipimpin Aymeric Laporte membuat gawang Man City sulit dibobol tim lawan. Tercatat, mereka hanya kebobolan enam gol dimana dua diantaranya adalah penalti.
Hal itu jelas terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan penampilan mereka belakangan ini. Man City harus rela gawangnya dibobol sembilan kali dari lima laga terakhir yang mereka mainkan. Pertahanan lambat untuk menghalau umpan-umpan silang juga kerap menjadi santapan empuk lawan.
Menilik pada hal itu, disiplin dalam menerapkan strategi bertahan jelas harga mati yang harus skuad Guardiola lakukan jika mereka ingin menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara musim ini.
4. Memastikan Peran Ederson
Salah satu faktor yang membuat Man City menjadi jawara musim lalu adalah penampilan cemerlang penjaga gawang mereka, Ederson. Kiper berpaspor Brasil itu bekerja sangat maksimal di bawah mistar gawang Man City.
Akan tetapi, hal itu justru tidak terlalu terlihat musim ini. Banyak yang mengatakan kehadiran Claudio Bravo di bangku cadangan membuat Ederson termotivasi untuk bermain maksimal musim lalu. Sementara saat ini, Bravo yang tengah dalam pemulihan cedera tak lagi menjadi ancaman bagi Ederson.
Maka, tugas Guardiola adalah untuk melakukan komunikasi lebih dengan Ederson agar sang pemain bisa kembali pada performa terbaiknya.
3. Mengevaluasi Sektor Kiri Pertahanan
Man City mendatangkan Benjamin Mendy seharga £ 52 juta atau sekira Rp980 miliar dari AS Monaco pada awal musim lalu. Dia adalah alasan besar mengapa Guardiola menyingkirkan semua bek kiri yang dia temui di klub dalam satu gerakan; Aleksander Kolarov, dan Gael Clichy.
Sayangnya, penggawa Timnas Prancis itu kurang beruntung karena cedera. Dia hanya membuat 15 penampilan dalam satu setengah musim bersama Man City. Keputusan Guardiola yang hanya menyisakan satu bek kiri ternyata membuatnya berada di posisi sulit saat ini.
Mendy sendiri kemungkinan baru akan kembali dari cederanya pada Februari tahun depan, sementara Fabian Delph yang selama ini mengisi kekosongan Mendy, tidak bisa tampil membela MN City di laga selanjutnya karena hukuman kartu merah.
2. Meningkatkan Tempo Permainan
Tim yang dipegang Guardiola dikenal dengan tempo permainan yang tinggi dan serangan-serangan cepat. Barcelona menjadi salah satu contoh. Umpan-umpan cepat, serta rotasi pemain di lapangan selalu bisa membuat pemain lawan keluar dari posisi bertahan mereka.
Guardiola pernah melakukan hal serupa bersama Man City musim lalu. Keberadaan Kyle Walker, Danio, dan Mendy membuat Guardiola mampu menjadikan Man City berbahaya dengan serangan-serangan cepat mereka.
Saat ini, Guardiola perlu kembali menerapkan tempo permainan cepat yang ia gunakan saat membawa Man City menjadi juara pada musim lalu. Tidak tanggung-tanggung, kala itu Man City bahkan mampu menyentuh 100 poin dan mencetak 106 gol.
1. Temukan Cara Bermain Tanpa Fernandinho
Banyaknya pemain dengan kualitas mumpuni membuat Guardiola sulit untuk menentukan siapa yang harus mengisi skuad utama. Kevin De Bruyne, David Silva, Sergio Aguero, Raheem Sterling, Ederson, Otamendi, hingga walker berada pada performa terbaik mereka musim lalu.
Kendati begitu, jangan lupakan nama Fernandinho di lini tengah. Pemain berpaspor Brasil itu kerap memegang peranan penting dalam tim. Akan tetapi, mengingat usianya yang sudah memasuki 33 tahun, Guardiola diimbau untuk segera mencari pengganti sang pemain. Eks pelatih Borussia Dortmund itu juga diharapkan bisa mencari cara bermain tanpa kehadiran Fernandinho.
(Fetra Hariandja)