5 Pemain yang Sebabkan Kematian bagi Orang Lain

Ramdani Bur, Jurnalis
Kamis 13 Desember 2018 10:14 WIB
Marcos Alonso saat membela Bolton. (Foto: Fox Sports)
Share :

PESEPAKBOLA Eropa, baik itu yang sudah memiliki nama besar maupun tidak, biasanya memiliki gaji yang terhitung fantastis. Bayaran besar yang dimiliki membuat mereka dapat melakukan apa pun yang mereka suka.

Para pemain tersebut dapat berkunjung ke kelab malam, dekat dengan banyak wanita dan membeli mobil mewah. Terkadang, banyaknya uang yang dimiliki membuat mereka lupa diri, sehingga merugikan orang lain. Tak jarang, kelakuan para pesepakbola tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Berikut 5 pemain yang sebabkan kematian bagi orang lain:

5. Patrick Kluivert


Kluivert merupakan pesepakbola legenda asal Belanda. Nama Kluivert mencuat ketika membela Ajax Amsterdam di musim 1994-1995. Setelah menjalani musim debut gemilang bersama Ajax, Kluivert mengalami kecelakaan mengerikan pada September 1995.

Menggunakan BMW M3, Kluivert yang memacu mobilnya di atas rata-rata hilang kendali hingga menabrak mobil lain. Ironisnya, dalam kecelakaan yang terjadi Kota Amsterdam, Kluivert tidak sendirian. Ia membawa sang supir, seorang sutradara ternama asal Belanda dan teman wanitanya.

Dalam kecelakaan tersebut, supir Kluivert meninggal dunia. Awalnya, Kluivert dilarang mengemudi seumur hidup akibat kecelakaan tersebut. Akan tetapi, Kluivert hanya diminta melakukan kerja sosial selama 240 jam dan dilarang mengemudi 18 bulan.

4. Bruno Fernandes de Souza


Bruno melakukan tindakan keji pada 2010. Bersama sang sepupu dan temannya yakni Luiz Henrique, Bruno melakukan pembunuhan berencana. Mantan penjaga gawang Flamengo itu terbukti bersalah telah membunuh mantan pacarnya yang telah memberikannya satu anak, yakni Eliza Samudio.

Akibatnya pada 2013, Bruno divonis hukuman penjara selama 22 tahun. Akan tetapi pada 2017, Bruno sempat keluar dari penjara karena mengajukan banding. Namun, dua bulan kemudian, Bruno kembali ditangkap dan kembali menjalani hidup di balik jeruji besi. Saat ditanya apakah menyesal telah membunuh sang mantan pacar, Bruno sama sekali tidak menyesali tindakan kejinya tersebut.

3. Gavin Grant


Mantan pemain Bradford City, Gavin Grant, divonis hukuman penjara selama 25 tahun pada 2010, akibat tindakan keji yang dilakukan enam tahun sebelumnya. Pada 2004, Grant bersama sang teman yakni Gareth Downie menembak salah satu orang bernama Leon Labastide.

Awalnya, selama bertahun-tahun, kepolisian setempat tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan Labastide. Akhirnya setelah melakukan penyelidikan enam tahun lamanya, Grant ditetapkan sebagai tersangka dan hingga kini masih tertahan di penjara. Sebenarnya pada 2015, Grant dan pengacaranya sempat melakukan banding, namun ditolak hakim.

2. Marcos Alonso


Siapa yang tidak kenal Alonso? Fullback asal Spanyol itu kini sedang membela salah satu raksasa Inggris, Chelsea. Meski terlihat sebagai pribadi yang santun, siapa sangka Alonso pernah menghilangkan nyawa orang lain.

Pada 2011 atau ketika masih membela Bolton Wanderers, Alonso terlibat kecelakaan mobil di Kota Madrid. Saat itu, Alonso mengemudikan mobil hingga 112,8 km/jam, padahal batas maksimal kecepatan yang diizinkan di area tersebut hanyalah 50 km/jam.

Akibat kecelakaan tersebut, salah seorang penumpang wanita meninggal dunia. Awalnya, Alonso dijatuhi hukuman 21 bulan penjara pada Februari 2016. Akan tetapi, hukuman diubah dengan Alonso hanya diminta membayar denda sebesar 61 ribu euro (Rp1 miliar) dan dilarang mengemudi selama tiga tahun.

1. Alexander Villaplane


Villaplane adalah kapten Tim Nasional (Timnas) Prancis saat tampil di Piala Dunia 1930. Akan tetapi, Villaplane terkenal bukan karena kemampuannya dalam mengolah si kulit bulat, melainkan tindak buruknya di luar lapangan.

Pada 1944, Villaplane menjadi ketua Brigade Afrika Utara yang merupakan organisasi kriminal. Organisasi tersebut bekerja sama dengan Nazi. Pada 11 Juni 1944, ia membunuh 52 orang di salah satu wilayah di Prancis (Mussidan). Pada akhirnya, Villaplane ditangkap di tahun yang sama dan dijatuhi hukuman mati. Pada 26 Desember 1944, Villaplane akhirnya meregang nyawa setelah dieksekusi regu tembak di Fort de Montrouge.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya