Ahmadi menerangkan bahwa banyak orang-orang yang menjadi salah sangka semenjak pertemuan Murtaza dengan Messi. Mereka mengira kalau Messi membantu keluarga Murtaza secara finansial dengan memberikan banyak uang. Tak ayal, keluarga Murtaza pun kerap menjadi sasaran kejahatan.
Dua tahun berselang, perang masih meletus di Afghanistan. Murtaza dan keluarganya kini harus meninggalkan Jaghori lantaran tempat tinggalnya mendapat serangan. Tak ayal, hal ini membuat keluarga Murtaza berharap kalau Messi akan memenuhi janjinya untuk membantu. Pasalnya, dua tahun silam Messi sempat menjanjikan hal tersebut.
“Setelah Murtaza bertemu Messi di Qatar, situasinya menjadi rumit. Kami hidup dalam ketakutan, karena orang-orang di sekitar kami berpikir bahwa Messi telah memberi kami banyak uang. Karena semua ini, kami takut dia akan diculik dan kami praktis mengurung Murtaza di rumah dan kami tidak mengirimnya ke sekolah selama dua tahun," beber Ahmadi, mengutip dari The Sun, Kamis (6/12/2018).
“Saya merindukan rumah kami di Jaghori. Saya tidak punya bola di sini dan saya tidak bisa bermain sepakbola atau pergi keluar. Kami meninggalkan mereka di Jaghori, karena kami tidak bisa membawa mereka bersama kami. Karena kami meninggalkan rumah pada malam hari dan ibu memintaku untuk meninggalkan bola dan kaos (pemberian Messi)," ujar Murtaza.
(Fetra Hariandja)