“Anda harus menang dengan sedikit kelas. Saya tidak berpikir ada kebutuhan untuk itu (selebrasi provokatif). Pergi dan bertepuk tangan untuk para penggemar, bersalaman dengan pelatih lawan. Tidak ada gunanya (selebrasi provikatif), tetapi begitulah dia (Mourinho),” ungkap Scholes, seperti yang diwartakan Goal, Kamis (8/11/2018).
Selepas laga, Mourinho pun sempat menyesal melakukan selebrasi seperti itu. Akan tetapi, ejekan dari fans Juventus sepertinya membuat Mourinho terpancing untuk melakukan selebrasi provokatif tersebut. Ejekan fans Juventus itu disebabkan masa lalu Mourinho yang pernah menukangi Inter Milan sejak 2008-2010. Maklum saja, Juventus dan Inter memang rival abadi, terutama sejak kasus Calciopoli Liga Italia yang terjadi dalam kurun waktu 2004-2006.
(Andika Pratama)