INSIDEN jatuhnya helikopter di luar markas Leicester City, Stadion King Power, pada Sabtu 27 Oktober 2018 telah meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Sebab, kecelakaan tersebut telah merenggut nyawa sang pemilik Leicester, yakni Vichai Srivaddhanaprabha.
Kepergian Vichai tentu membuat banyak pihak merasa begitu kehilangan karena banyaknya kenangan indah yang ditorehkannya semasa hidupnya. Tak hanya kepada pemain atau staf Leicester, kenangan manis juga dimiliki para penggemar terhadap sosok pria asal Thailand itu.
Vichai memang membangun hubungan apik dengan para pemain, staf, dan penggemar Leicester selama menjadi pemilik klub. Pria berusia 60 tahun itu dikenal sebagai sosok yang rendah hati, lebih suka bekerja di belakang layar, dan tidak pernah memilih untuk berbicara di depan umum. Hal-hal ini membuat sosoknya mendapat tempat tersendiri di hati para penggemar, pemain, dan staf Leicester.
Selain hal tersebut, ada beberapa hal lain yang membuat sosok Vichai akan selalu dikenang para penggemar. Kali ini, Okezone akan membahas hal-hal yang takkan terlupakan dari Vichai. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Selasa (30/10/2018), berikut lima hal yang takkan dilupakan fans Leicester dari Vichai Srivaddhanaprabha.
5. Rencana Ekspansi Stadion dan Tempat Pelatihan Senilai Lebih dari 100 Juta Poundsterling
Vichai memiliki ambisi besar untuk membawa Leicester meraih kesuksesan di setiap musimnya. Hal ini pun ditunjukkan lewat dukungan besar di berbagai aspek. Salah satunya ditunjukkan dengan membuat rencana ekspansi Stadion King Power Stadium dan menyediakan tempat berlatih yang lebih baik lagi kepada Leicester.
Tak tanggung-tanggung, untuk merealisasikan rencana tersebut, Vichai siap menggelontorkan dana senilai lebih dari 100 juta poundsterling atau sekira Rp1,9 triliun. Hal ini semata-mata dilakukan demi mewujudkan cita-cita sang anak yang menjadi Wakil Ketua Leicester, yakni Aiyawatt Srivaddhanaprabha. Ia ingin meningkatkan kapasitas Stadion King Power, menyediakan fasilitas pelatihan yang lebih baik, dan pengalaman pertandingan yang menarik untuk para penggemar.
Dengan melakukan hal ini, Vichai dan Aiyawatt percaya dapat membawa The Foxes –julukan Leicester– berada di level yang lebih tinggi. Hal ini tentu saja mendapat apresiasi tinggi dari para penggemar. Karena itu, kepergian Vichai membuat sosoknya sulit dilupakan.
4. Mengatasi Situasi Kontrak Jamie Vardy
Kenangan manis lain dari Vichai yang takkan dilupakan para penggemar adalah caranya mengatasi masa depan Jamie Vardy. Bakat gemilang Vardy yang telah membawa Leicester merengkuh gelar juara Liga Inggris pada 2015-2016 telah membuat Arsenal menarik minat dengannya pada musim panas 2016. Demi mendapatkan Vardy, Arsenal siap menggelontorkan dana besar saat itu.
Vichai pun memiliki sikap khusus untuk menyikapi masalah tersebut. Ia meminta Vardy untuk menemuinya di ruang fungsi pribadi di dalam stadion. Ia menjelaskan status keuangan Leicester dan pentingnya peran striker dalam skuad. Tak disangka, pertemuan Vichai dengan Vardy kala itu berhasil membuat pemain berusia 31 tahun tersebut dan agennya langsung setuju untuk tetap tinggal di Leicester.
Setelah pertemuan tersebut, Vardy langsung berkomitmen untuk memperpanjang kontraknya dengan Leicester hingga 2019. Hal ini menjadi bukti bahwa Vichai memiliki kedekatan khusus dengan para pemainnya. Tak lama setelah pertemuan tersebut, ia juga menyempatkan diri menghadiri pesta pernikahan Vardy pada 2016.
3. Menyerahkan Lebih dari 60 Tiket Musiman dan Bir Gratis serta Donat untuk Penggemar saat Hari Ulang Tahunnya
Sikap manis dan dermawan Vichai tak hanya ditunjukkan kepada para pemain, tetapi juga kepada para penggemar. Dia kerap memberikan perhatian lebih kepada para penggemar The Foxes lewat berbagai cara, terutama di hari ulang tahunnya.
Ketika Leicester berhadapan dengan Southampton pada 3 April 2016, Vichai pernah memberikan bir dan donat gratis kepada pemegang tiket musiman. Hal ini dilakukan agar para penggemar bisa turut bersukacita di hari ulang tahun Vichai.
Tak hanya itu, Vichai juga menyerahkan 60 tiket musiman di hari ulang tahunnya yang ke-60 kepada penduduk setempat yang tidak mampu membelinya. Kemurahan hati yang ditunjukkannya kepada para pendukung benar-benar mengagumkan.
2. Mobil BMW untuk Setiap Pemain Leicester saat Memenangkan Gelar
Kesuksesan Leicester pada musim 2015-2016 benar-benar disambut gembira oleh Vichai. Ia pun memberikan penghargaan atas jerih payah para pemainnya yang telah berusaha keras meraih hasil manis tersebut.
Penghargaan Vichai kepada para pemain ditunjukkan dengan berbagai cara. Ia menginvestasikan sebagian dari hadiah pemenang Liga Inggris untuk para pemainnya. Kala itu, Leicester diketahui mengantongi sekira 93 juta poundsterling Rp1,8 triliun. Hal ini dilakukan semata-mata untuk membuat para pemain lebih termotivasi untuk bertanding.
Tak hanya itu, Vichai juga memutuskan untuk membeli BMW i8 senilai 105 ribu poundsterling kepada masing-masing pemain. N'Golo Kante, Andrej Kramaric, Yohan Benalouane, dan Joe Dodoo adalah empat pemain yang turut mendapatkan hadiah BMW dari Vichai. Hal ini jarang sekali dilakukan oleh pemilik klub kepada para pemainnya.
1. Menyelamatkan Leicester dari Utang dengan Membayar 100 Juta Poundsterling, Membeli Kembali Stadion, dan Menikmati Kesuksesan
Hal terakhir yang takkan pernah dilupakan para penggemar dari sosok Vichai adalah pengorbanannya kepada klub. Vichai diketahui pernah menyelamatkan Leicester dari utang dengan membayar hingga 100 juta poundsterling dan membeli kembali Stadion King Power.
Pada 2010, Leicester berada di masa kritisnya karena memiliki utang besar hingga terancam kehilangan stadion. Klub harus babak belur karena berada di divisi kedua. Vichai pun hadir sebagai dewa penyelamat kala itu. Ia membeli klub dengan biaya 34 juta poundsterling. Ia juga membeli kembali stadion yang akhirnya dinamakan Stadion King Power.
Klub pun mulai stabil hari demi hari setelah kehadiran Vichai. Empat tahun setelah dibelinya, Foxes berhasil meraih gelar juara sehingga membuka jalan mereka untuk kembali ke kompetisi tertinggi, yakni Liga Inggris. Atas jasa-jasanya, Vichai pun dipandang sebagai raja Leicester City.
(Djanti Virantika)