Harusnya bisa diamankan dengan mengeluarkan bola tapi malah pemain terlalu percaya diri dan dia gagal kontrol (bola). Gol pertama pun terjadi. Gol kedua hampir sama, (yang bermula dari) kesalahan kita yang dimanfaatkan mereka. Gol ketiga juga begitu,” tambahnya.
“Tiga gol itu buat mereka down di babak pertama, sebagai pelatih kita membangkitkan mereka dan mengatakan tidak ada yang tidak mungkin, kita lakukan perbaikan yang tepat dan ada empat gol di babak kedua,” lanjutnya.
Meski begitu Timnas Indonesia U-19 mampu bangkit walaupun harus menerima kekalahan dari Qatar dengan skor 5-6. Pada laga terakhir, skuad Garuda Nusantara –julukan Timnas Indonesia U-19- akan bertemu UEA yang akan menjadi laga penentu posisi Grup A Piala Asia U-19.
(Fetra Hariandja)