SIDOARJO - Di balik kemenangan tipis 2-1 Timnas Indonesia U-16 di matchday kedua Grup A Piala AFF U-16 2018 atas Timnas Myanmar U-16 terdapat beberapa fakta menarik. Okezone pun akan merangkum fakta-fakta menarik tersebut.
Berikut 8 fakta menarik dari laga Timnas Indonesia U-16 vs Myanmar:
8. Duel di Lini Tengah yang Ketat
Kedua tim baik Timnas Indonesia U-16 maupun Myanmar tampil dengan formasi menumpuk gelandang di tengah. Myanmar tampil dengan formasi 4-2-3-1, sementara anak asuh Fakhri Husaini menampilkan formasi 4-4-2.
Alhasil, pergelutan bola di lini tengah cukup alot. Gelandang Myanmar U-16 Zaw Win Thein dan Yan Kyaw Soe bertugas menjadi pemutus serangan Timnas Indonesia U-16 sejak lini tengah. Sementara Timnas Indonesia U-16 menempatkan kapten tim David Maulana dan Brylian Aldama sebagai pemutus serangan sekaligus kreator serangan Timnas Indonesia.
7. Memanfaatkan Kecepatan
Tampil menyerang, Timnas Indonesia U-16 langsung menggebrak melalui serangan memanfaatkan kecepatan para pemain Indonesia melalui dua pemain kembar Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi, Mochammad Supriadi dan Muhammad Fajar Fathur.
Terbukti dua gol yang tercipta berkat agresivitas lini serang Timnas Indonesia U-19. Gol pertama terjadi setelah solo run Mochamad Supriadi diakhiri umpan yang dikonversikan menjadi gol oleh Bagus Kahfi.
Di gol kedua, umpan lambung dari lini belakang diakhiri dengan adu kecepatan Bagus Kahfi dengan dua pemain belakang Myanmar saat melakukan serangan balik kilat.
"Indonesia bermain cukup bagus mereka cepat dalam bermain," ujar Pelatih Timnas Myanmar U-16, Nyi Nyi Latt, usai pertandingan.
6. Myanmar Mengandalkan Aung Ko Oo
Dalam skema serangan, Timnas Myanmar U-16 bila dicermati mengandalkan sisi kanan mereka di mana Aung Ko Oo mengisi posisi tersebut. Beberapa kali tusukan Aung Ko Oo membuat pertahanan Timnas Indonesia U-16 yang dikomandoi Fadillah Nur Rahman dan Mochammad Yudha Febrian kerepotan.
Tercatat lima kali peluang emas Myanmar diawali dari pergerakan Aung Ko Oo yang kemudian diakhiri dengan umpan silang yang dimanfaatkan La Min Htwe dan pemain nomor punggung 17, Khun Kyaw Zin Heh.
5. Wasit Kurang Cakap Memimpin Pertandingan
Wasit kerap kali kurang tegas dalam mengambil keputusan, salah satunya saat pelanggaran keras terhadap Bagus Kaffa pada menit ke-63 yang tak berbuah kartu kuning.
Puncaknya sebuah keputusan kontroversial dibuat dengan memberikan hukuman penalti kepada Timnas Indonesia U-16. Hal itu usai penjaga gawang Timnas Indonesia U-16, Ernando Sutaryadi, menguasai bola untuk menendang bola dan tiba-tiba pemain Myanmar La Min Htwe datang menabrakkan diri dan terjatuh.
Pelatih Fakhri Husaini pun mengecam keputusan sang pengadil lapangan asal Brunei Darussalam. Menurutnya, saat itu bola mutlak menjadi milik kiper.
"Pertandingan ini akan terlihat lebih enak jika wasit bisa memimpin pertandingan lebih bagus lagi," keluhnya.
Di sisi lain, pelatih Myanmar U-16 Nyi Nyi Latt berujar bahwa wasit memiliki keterbatasan pandangan dan sudah berusaha memimpin pertandingan sebaik mungkin.
4. Ada Lemparan Botol dari Tribun Timur
Pertandingan yang berjalan panas berimbas ke tribun penonton, sesaat setelah Timnas Indonesia U-16 dihukum penalti. Berawal dari pemain Myanmar Yan Kyaw Soe yang akan melakukan tendangan pojok, 'hujan' terjadi dari sisi timur Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Alhasil, pertandingan pun sempat terhenti beberapa saat, sebelum aparat kepolisian dan pemain Timnas Indonesia U-16 menenangkan emosi penonton. Beruntung tak ada insiden berarti lainnya seperti menyalakan flare maupun bom asap.
3. Emosi Pelatih Myanmar di Ruang Media
Ada kejadian unik sesaat sebelum konferensi pers dimulai oleh pelatih Myanmar Nyi Nyi Latt. Beberapa awak media yang masih makan di belakang ruangan diminta untuk menghentikan makan atau keluar.
"Tolong diam dulu semua bagi yang makan tolong dihentikan. Bila tidak bisa silakan Anda di luar," tegas Nyi Nyi Latt.
Alhasil beberapa awak media yang tertangkap mata oleh Nyi sedang makan harus mengurungkan niatnya makan, meski dirinya jauh berada di belakang ruangan.
Hal ini sempat memantik ketegangan di ruang media, mengingat pada konferensi pers tim-tim sebelumnya baik di turnamen Piala AFF U-19 dan Piala AFF U-16 yang dilakukan di stadion yang sama, mereka yang makan diperbolehkan asal berada di belakang kerumunan media yang mengikuti konferensi pers.
2. Penyelamatan Penjaga Gawang Timnas Indonesia U-16
Tak dipungkiri keberhasilan Timnas Indonesia U-16 menang berkat aksi-aksi dari penjaga gawang Ernando Sutaryadi yang berulang kali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Penyelamatan pentingnya terjadi menit ke-34 saat penyerang Myanmar La Min Htwe yang memanfaatkan umpan Aung Ko Oo berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Akan tetapi, berkat ketenangan Ernando, peluang Myanmar berhasil ia mentahkan.
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini mengakui kegemilangan sang penjaga gawangnya. "Posturnya bagus. Tadi beberapa penyelamatan penting juga dilakukannya. Dia kiper masa depan Indonesia," ujar Fakhri menanggapi penampilan Ernando.
1. Kecerobohan Lini Belakang Timnas Indonesia U-16
Meski menang, Timnas Indonesia U-16 masih menyisakan pekerjaan rumah di sisi pertahanan. Koordinasi antara pemain belakang masih dinilai lemah. Hal ini juga diakui oleh sang pelatih Fakhri Husaini yang masih mempunyai pekerjaan rumah membenahi komunikasi antarpemain belakang terutama dalam mengantisipasi umpan panjang dan umpan silang.
"Kehilangan kontrol di lini belakang ketika bola long pass dan crossing itu yang kita harus antisipasi," terangnya.
Bahkan dua kali peluang Myanmar yang membentur mistar gawang merupakan hasil dari miskomunikasi antar pemain belakang Timnas Indonesia U-16.
(Ramdani Bur)