6. Myanmar Mengandalkan Aung Ko Oo
Dalam skema serangan, Timnas Myanmar U-16 bila dicermati mengandalkan sisi kanan mereka di mana Aung Ko Oo mengisi posisi tersebut. Beberapa kali tusukan Aung Ko Oo membuat pertahanan Timnas Indonesia U-16 yang dikomandoi Fadillah Nur Rahman dan Mochammad Yudha Febrian kerepotan.
Tercatat lima kali peluang emas Myanmar diawali dari pergerakan Aung Ko Oo yang kemudian diakhiri dengan umpan silang yang dimanfaatkan La Min Htwe dan pemain nomor punggung 17, Khun Kyaw Zin Heh.
5. Wasit Kurang Cakap Memimpin Pertandingan
Wasit kerap kali kurang tegas dalam mengambil keputusan, salah satunya saat pelanggaran keras terhadap Bagus Kaffa pada menit ke-63 yang tak berbuah kartu kuning.
Puncaknya sebuah keputusan kontroversial dibuat dengan memberikan hukuman penalti kepada Timnas Indonesia U-16. Hal itu usai penjaga gawang Timnas Indonesia U-16, Ernando Sutaryadi, menguasai bola untuk menendang bola dan tiba-tiba pemain Myanmar La Min Htwe datang menabrakkan diri dan terjatuh.
Pelatih Fakhri Husaini pun mengecam keputusan sang pengadil lapangan asal Brunei Darussalam. Menurutnya, saat itu bola mutlak menjadi milik kiper.
"Pertandingan ini akan terlihat lebih enak jika wasit bisa memimpin pertandingan lebih bagus lagi," keluhnya.
Di sisi lain, pelatih Myanmar U-16 Nyi Nyi Latt berujar bahwa wasit memiliki keterbatasan pandangan dan sudah berusaha memimpin pertandingan sebaik mungkin.