SETELAH meraih kesuksesan sebagai pemain, Carlo Ancelotti banting setir menjadi pelatih pada 1992. Saat itu, Don Carletto –sapaan akrab Ancelotti– bertugas sebagai asisten pelatih Tim Nasional (Timnas) Italia dalam kurun 1992-1995.
Akan tetapi baru pada 1995, lulusan sekolah pelatih Coverciano itu menjadi pelatih kepala dengan membesut klub lokal Italia, Reggiana. Setelah meninggalkan Reggiana pada 1996, Ancelotti menangani klub-klub besar Eropa.
Sebut saja AC Parma, Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), Real Madrid dan yang teranyar Bayern Munich. Selama menangani klub-klub di atas, segudang trofi berhasil disabet, termasuk tiga gelar Liga Champions.
Dalam perjalanannya melatih klub-klub tersebut, Ancelotti pernah bekerja sama dengan pemain-pemain jempolan. Pemain-pemain itu juga yang membantu Ancelotti dalam mengejewantahkan strategi yang dimiliki. Siapa saja?
Berikut 5 pemain hebat yang pernah ditangani Ancelotti?
5. Andrea Pirlo (AC Milan)
(Foto: AFP/Olivier Morin)
Pirlo bisa dibilang pemain yang harus berterima kasih kepada Ancelotti. Performa L’Architetto –julukan Pirlo– meningkat pesat semenjak mengalami perubahan posisi, dari yang awalnya trequartista menjadi regista.
Dengan menjadi regista, Pirlo tumbuh sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya. Gelandang yang menutup karier bersama New York City FC itu piawai mengalirkan bola, plus andal dalam mengeksekusi tendangan bebas. Selama berkolaborasi di Milan dalam kurun 2001-2009, Pirlo dan Ancelotti menghadirkan satu trofi Liga Italia dan dua gelar Liga Champions bagi publik San Siro.
4. Ricardo Kaka (AC Milan)
(Foto: AFP/Vincenzo Pinto)
Ancelotti merupakan sosok yang mendatangkan Kaka dari Sao Paulo ke AC Milan pada bursa transfer musim panas 2003. Bersama Milan, Kaka menemukan permainan terbaiknya dan tumbuh sebagai salah satu playmaker terbaik dunia. Selama membela Milan dalam kurun 2003-2009, Kaka mentas di 307 penampilan dengan koleksi 104 gol dan 66 assist.
Sama seperti Pirlo, Kaka menyumbangkan dua gelar Liga Champions dan satu gelar Liga Italia bagi Milan. Bahkan sewaktu dilatih Ancelotti, Kaka berhasil menyabet trofi Ballon d’Or 2007 setelah menumbangkan dua pesepakbola yang mendominasi dalam 10 tahun terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
3. Zinedine Zidane (Juventus)
(Foto: AFP/Patrick Hertzog)
Zidane ditangani Ancelotti di Juventus dalam kurun Februari 1999 hingga musim panas 2001. Dalam periode itu, Zizou –sapaan akrab Zidane– dijadikan Ancelotti sebagai andalan untuk mengisi lini tengah Juventus.
Bahkan ketika ditangani Ancelotti, Zidane menyabet trofi pemain terbaik dunia 2000. Karena itu, Ancelotti bisa dibilang sangat berjasa dalam perjalanan karier Zidane. Saking dekatnya, mereka pun hengkang dari Juventus pada musim panas 2001 secara berbarengan.
Zidane hengkang ke Real Madrid dengan memecahkan rekor transfer dunia. Sementara itu, Ancelotti melanjutkan karier bersama Milan. Tidak sampai di situ, pada 2013-2014 mereka juga saling berkolaborasi di Madrid. Ancelotti bertugas sebagai pelatih, sedangkan Zidane berlakon di posisi asisten.
2. Paolo Maldini
(Foto: AFP/Gerard Julien)
Maldini merupakan legenda hidup Milan. Seluruh karier sepakbolanya di level klub dihabiskan bersama Milan. Anak dari pesepakbola legenda Italia Cesare Maldini itu mentas bersama Milan dalam kurun 1985-2009.
Sementara itu, kombinasi antara Maldini dan Ancelotti tersaji pada 2001-2009. Dalam periode tersebut, Maldini tak lagi mentas sebagai fullback kiri, posisi yang sering diemban di awal kariernya. Saat dilatih Ancelotti, Maldini lebih banyak bermain sebagai bek tengah dan hasilnya luar biasa. Maldini membentuk benteng kukuh bersama Alessandro Nesta.
1. Cristiano Ronaldo
(Foto: AFP/Gabriel Bouys)
Ronaldo sangat dekat dengan Ancelotti. Dalam kurun 2013-2015, Ronaldo dan Ancelotti berkolaborasi bersama Madrid. Masing-masing satu trofi Liga Champions dan Copa del Rey disabet keduanya saat membela panji Madrid.
Saking dekatnya, Ronaldo mengaku merasa kehilangan ketika Ancelotti dipecat Madrid pada musim panas 2015. Bahkan Ronaldo disebut-sebut sempat membanding-bandingkan Ancelotti dengan pelatih Madrid selanjutnya, Rafael Benitez.