Untuk menghapus kerinduan akan keluarganya, Ronaldo sering pergi ke telefon umum untuk menghubungi sang ibunda, Mario Dolores. Setiap mendengar suara ibunya, Ronaldo selalu menangis. Namun, Dolores selalu menyemangati Ronaldo dan percaya masa depannya ada di Kota Lisbon. Bagaimana nasib Ronaldo selanjutnya?
Bersambung…..
(Ramdani Bur)