“Ronaldo sangat berbakat, bisa bermain dengan kedua kakinya. Setiap kali ia bermain, bola itu seperti bagian tubuhnya sendiri. Namun, yang menarik perhatian saya ialah karakternya yang benar-benar terpancar. Ia sangat berani dan tak ada yang bisa mematahkan mentalnya,” kata Pereira.
“Ia tak kenal rasa takut, tak gentar menghadapi pemain yang lebih senior. Ia memiliki kualitas kepemimpinan yang hanya dimiliki oleh para juara. Satu di antara berjuta. Ketika mereka masuk ke ruang ganti, semua anak berkerumun dan mengajakya bicara. Ia punya karisma itu,” lanjut Pereira.
Akhirnya pada 17 April 1997, Paulo Cardoso dan Osvaldo menyatakan bahwa Ronaldo lolos tes yang dilakukan. Meski sudah lolos tes, masih ada yang harus diselesaikan antara Sporting dan Nacional (klub Ronaldo sebelumnya). Apakah itu?
Bersambung...
(Ramdani Bur)