TURIN – Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta, merasa kagum dengan kepiawaian Massimiliano Allegri dalam meramu taktik. Menurutnya, juru taktik berusia 49 tahun tersebut mampu membuat orang sekitarnya bingung dengan filosofi bermainnya.
Allegri dipercaya melatih Juventus pada musim 2014-2015, meneruskan kesuksesan Antonio Conte yang membawa scudetto secara tiga musim berturut-turut. Banyak yang meragukan kualitas mantan pelatih AC Milan tersebut.
Perlahan tapi pasti, Allegri memberikan bukti di musim pertamanya. Ia membawa si Nyonya Tua –julukan Juventus– tampil di final Liga Champions. Sayang, trofi Kuping Besar harus diserahkan kepada Barcelona, karena di laga final Juve kalah dengan skor 3-1.
Juventus sejatinya sangat erat menggunakan formasi 3-5-2, tapi dengan kereativitasnya, Allegri mengubah pola tersebut menjadi lebih menyerang. Ia menggunakan pakem 4-2-3-1 untuk memperkaya variasi serangan timnya.
Oleh karena itu, Marotta mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Allegri ke Gianluigi Buffon dan kawan-kawan. Pasalnya, pelatih kelahiran Lovorno itu bisa membuat skuad inti dan cadangan bermain di level yang berimbang.
“Sistemnya saling melengkapi. Terpenting adalah pendekatan tim dan pelatih yang ada di bangku cadangan, ia bisa membingungkan media, itu bisa menjadi sesuatu yang membanggakan,” ujar Marotta, seperti dikutip dari Football Italia, Rabu (10/5/2017).
(Fetra Hariandja)