TURIN – Penyerang muda potensial AS Monaco, Kylian Mbappe, mengaku sedih timnya disingkirkan Juventus dari semifinal Liga Champions 2016-2017. Meski demikian, Mbappe yang baru berusia 18 tahun mengaku mengambil banyak pelajaran dari Juventus yang tampil matang musim ini.
Sejak tampil reguler di fase knockout Liga Champions, Mbappe sempat konsisten mencetak gol di dua leg 16 besar dan perempatfinal. Ia mengemas dua gol kontra Manchester City (16 besar) dan tiga bola versus Borussia Dortmund (perempatfinal).
Akan tetapi, ketajaman Mbappe seakan menguap ketika dipertemukan Juventus. Pada semifinal leg I yang dilangsungkan di Stade Louis II, pemain berjuluk Thierry Henry itu berhasil dimatikan trio lini belakang Juventus yakni Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.
Setelah belajar dari pertemuan pertama, Mbappe mulai menemukan celah dari trio yang akrab disapa BBC tersebut. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Mbappe mencetak satu-satunya gol Monaco saat dikalahkan Juventus 1-2 di semifinal leg II.
Karena itu, pengalaman menghadapi Juventus dijadikan pelajaran bagi pemegang dua caps Timnas Prancis itu. Pada musim depan, bukan tak mungkin Mbappe akan tampil di klub yang jauh lebih besar dalam ajang Liga Champions. Hal itu karena Mbappe saat ini dikait-kaitkan dengan Real Madrid hingga Manchester United.
“Gol saya terasa sia-sia. Jujur saya sedikit menyesal tersingkir dari Liga Champions. Menghadapi lawan terbaik, kami belajar banyak. Kami akan mencoba kembali tahun depan dengan kesiapan yang lebih baik,” kata Mbappe mengutip dari Football Italia, Rabu (10/5/2017).
(Ramdani Bur)