Sedang di Madrid, ada nama-nama lain yang besar, mulai dari Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, James Rodriguez, Isco, hingga Toni Kroos. Tekanan itu malah bisa membunuh karier Hazard sendiri.
2. Masih Angin-Anginan
Pada musim 2014-2015, Hazard benar-benar sangat gemilang dengan nomor 10 di jersey-nya. Namun, dia malah melempem di musim berikutnya.
Dilabeli Mourinho sebagai salah satu pemain terbaik dunia, Hazard tampil kurang apik. Dia jadi salah satu sosok yang penampilannya merosot.
Mengakhiri musim dengan hanya empat gol dalam 31 pertandingan liga sama sekali tidak cukup baik untuk pemain kalibernya. Di Chelsea, itu masih dimaafkan. Bagaimana di Madrid? Dia akan dapat tekanan besar.
3. Bisakah Dia Mengatasi Tekanan?
Saat ini, Hazard memang sudah pulih dari performa musim lalu. Tapi jujur, Liga Inggris tak memiliki tekanan yang keras seperti Liga Spanyol, apalagi jika bermain di klub seperti Real Madrid.