4. Macclesfield (11-10) Forest Green, FA Cup 2001
Bomber West Bromwich Albion (WBA), Rickie Lambert, pernah bermain di Macclesfield pada kurun waktu 2001-2002. Ia kemudian bergabung dengan Stockport County, Rochdale, Bristol Rovers, Southampton, dan Liverpool.
Meski hanya sesaat bermain dengan Macclesfield, Lambert pernah jadi saksi drama adu penalti terlama sepanjang masa di FA Cup 2001 antara Macclesfield dengan Forest Green, dengan skor akhir 11-10 untuk kemenangan Macclesfield.
Lambert kala itu gagal mencetak gol dari titik putih. Namun beruntung bagi timnya, pemain Forest Green, Kevin Langan, juga gagal memanfaatkan peluang tersebut untuk menjadi gol.
5. Brockenhurst (15-14) Andover, Hampshire Senior Cup 2013
Rekor drama adu penalti Inggris pecah saat 29 gol tercipta di drama adu penalti Brockenhurst vs Andover yang berakhir 15-14 untuk kemenangan Brockenhurst.
Pemain Andover yang gagal mencetak gol adalah Claudio Herbert dan ia mengaku tidak pernah berpikir akan mengambil tendangan ke-30.
“Saya senang tapi grogi. Saya tak pernah berpikir akan mengambil tendangan penalti ke-30. Saya hanya berpikir ‘tidak, ini akan ditayangkan di televisi – saya akan melewatkan penalti di televisi,” ucap Herbert kala itu.
6. Timnas Belanda U-21 (13-12) Timnas Inggris U-21, Euro U-21 2007
Pertandingan yang mungkin diamati pemerhati sepakbola Inggris. Namun sayangnya berakhir menyedihkan untuk Timnas Inggris U-21. Meski mereka sudah berjuang mati-matian dengan sembilan pemain menahan Timnas Belanda U-21 hingga drama adu penalti.
Inggris bermain dengan sembilan pemain karena tiga pemain mereka cedera dan tiga pergantian pemain telah dilakukan. Ironisnya, Anton Ferdinand gagal mencetak gol dari titik putih hingga Belanda menang 13-12.
7. KK Palace (17-16) Civics, Namibian Cup Final 2005
Resmi dinyatakan sebagai drama adu penalti terlama dalam sejarah sepakbola profesional. Total 48 tendangan diambil sebelum akhirnya KK Palace menang dengan skor 17-16 dengan Civics di Namibian Cup Final 2005.
“Kami tidak berpikir itu (drama adu penalti) rekor, tapi saya sangat bangga. Tapi benar, pada akhir laga semuanya lebih lega dari semuanya,” ujar ketua kompetisi asosiasi sepakbola Namibia, Titus Kunamuene.
(Arief Hadi Purwono)