ROMA – Ultras Laziale – pendukung fanatik Lazio, masih teguh memegang prinsip dan tuntutan mereka terhadap klub. Tak ada negosiasi, tak ada kompromi duduk bersama sebelum permintaan utama mereka yakni melengserkan Presiden Claudio Lotito dikabulkan.
Aksi mereka memboikot penampilan Biancocelesti tetap berjalan di dua laga sebelumnya saat Lazio menjamu Sassuolo dan Atalanta. Para tifosi menolak datang dan mendukung timnya ke Olimpico, kendati allenatore Edy Reja sempat meminta para fans bisa mempertimbangkan aksi mereka, guna menjadi pemain ke-12 bagi timnya.
Namun permintaan itu tak membuat luluh hati para suporter. Yang ada, hanya spanduk bertuliskan “O Lui O Noi” yang kira-kira artinya, “Kami (Laziale) atau dia (Lotito) yang pergi:”. Para fans hanya ingin jawaban dari dewan direksi klub yang lain, bahwa Lotito sudah diusir dari manajemen klub yang berbasis di Ibu Kota, Roma itu.
“Akso protes kami akan berlanjut, seperti yang kami tahu seperti apa Lotito dan kami takkan mau berkompromi dengan siapapun. Semua fans, tak hanya mereka penghuni Curva Nord, ingin jawaban. Sebelumnya ada pergerakan dan dukungan untuk Presiden, tapi sekarang opini publik menuntun pada adanya aksi dan harus ada terobosan baru,” ujar seorang juru bicara Laziale.
“Kami takkan duduk bersama dengan Lotito. Kami ingin dia mengakui, ‘saya sudah tak bisa memimpin (Lazio) lagi’, dengan begitu segalanya akan berubah. Selama dia terus bicara tentang pergerakan yang tersembunyi di balik layar mencoba membuat dirinya terlihat buruk, maka tetap takkan ada dialog,” lanjutnya, seperti dilansir Football-Italia, Jumat (14/3/2014).
Lotito sendiri sedianya bukan tanpa usaha untuk meredam aksi para fans. Sebelumnya, Lotito coba menyenangkan fans dengan memberi kesempatan menamai maskot elang mereka. Tapi lagi-lagi hanya ditanggapi dingin.
“Kami telah terlibat pertarungan mengusung nama besar Lazio selama bertahun-tahun, bahkan ketika kami beberapa kali dituduh secara tidak adil. Lotito bicara tentang inisiatif, seperti menamai maskot elang, tapi dia tak mendengarkan suara 40 ribu suporter yang menentang dia,” sambung sang juru bicara.
Harapan para Laziale dengan aksi kolektif dari sejumlah kubu tifosi tim Elang Roma, Lotito bisa legowo angkat kaki dari Olimpico. Jika tidak, para fans ini akan melakukan tindakan yang lebih keras “di atas kertas”, yakni memboikot semua produk dan sponsor ofisial dengan tujuan, “menyentil” klub secara ekonomi.
“Kami harap dia mengerti apa yang kami inginkan. Rasa memiliki dari suatu klub tak diukur dari sesuatu yang tertulis pada kerah jersey tim. Kami tak punya ketertarikan dari masalah ini kecuali untuk masa depan Lazio yang lebih baik,” tuturnya lagi.
“Tidak membeli tiket bukan berarti kami tak pergi ke stadion. Bersamaan dengan pemboikotan produk ofisial, kami berencana mengganggu ekonomi klub dan presiden yang menurut kami, aksi ini juga merupakan bentuk yang baik dari protes kami,” tuntas sang juru bicara.
(Randy Wirayudha)