ROSARIO – Banyak yang masih asing dengan sosok Gerardo Martino. Maklum saja mengingat karier kepelatihannya hanya dihabiskan di Paraguay dan Argentina.
Dunia pun penasaran terhadap sosok 50 tahun asal Rosario, kota yang sama dengan Lionel Messi, ketika secara resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Barcelona menggantikan Tito Vilanova pada Selasa (23/7/2013) kemarin.
Gerardo Martino dikontrak selama dua tahun. Barca menjadi petualangan baru baginya mengingat selama 15 tahun sebelumnya dia hanya melatih Brown de Arrecifes, Platense, Institut, Libertad, Cerro Porteno, Colon, tim nasional Paraguay, dan Newell’s Old Boys.
Untuk lebih mengenal paradigma sepakbola seperti apa yang dianut Martino, berikut beberapa kutipan eks gelandang serang ini legendaris Newell’s ini seperti dikutip dari situs resmi Barcelona:
“Kemenangan merupakan kebutuhan mutlak untuk mendapat keyakinan. Tetapi pesannya harus koheren. Kami tidak bisa memainkan gaya yang berbeda-beda di tiap pertandingan,” kata Martino seperti dikutip Perfil, 26 Mei 2012.
“Saya menyukai penguasaan bola, menyerang, menempatkan banyak pemain di pertahanan lawan, mengambil risiko, dan memastikan bek melihat ke belakang untuk mengetahui apakah jarak mereka dengan kiper sudah 40 meter. Bola tak boleh berhenti bergulir, bila mereka harus maju, majulah, jika harus menggunakan sayap, gunakanlah. Bola dilarang berada di udara tanpa tujuan yang jelas,” kata Martino seperti dikutip Perfil, 26 Mei 2012.
“Pemain sepakbola merupakan yang terpenting. Pelatih lebih baik atau buruk tergantung kepada pemain yang kita tangani. Pelatih tak pernah berada di atas pemain karena merekalah yang menjalankan perintah ini. Jabatan pelatih terlalu dilebih-lebihkan,” kata Martino seperti dikutip Fox Sports, 15 April 2012.
“Di level usia muda, skill merupakan hal paling utama untuk diasah,” kata Martino seperti dikutip Fox Sports, 15 April 2012.
“Aku merupakan pemain bertipe teknikal. Aku hanya sedikit berlari. Di bawah Bielsa, aku belajar bahwa Anda harus melakukan hal-hal lain untuk bermain bola. Ini menyangkut masalah survival,” kata Martino seperti dikutip Fox Sports, 15 April 2012.
“Dari sudut pandang pelatih, aku nilai kompetisi di Argentina yang tersulit dan paling kompetitif sedunia. Dari sudut pandang penonton, jujur kukatakan aku hanya sanggup menyaksikan sepakbola Argentina selama maksimal 10 menit,” kata Martino seperti dikutip La Nacion, 24 Januari 2012.
(Auzan Julikar Sutedjo)