MAKASSAR - Dua hari terakhir tidak nongol berlatih di Lapangan Karebosi, Makassar, Ilija Spasojevic rupanya minggat. Semula pihak manajemen klub PSM Makassar dan salah satu asisten pelatih Pasukan Ramang mengatakan penyerang asal Montenegro itu sedang mengurus KITAS (Keterangan Izin Tinggal Sementara).
Namun, ternyata striker yang telah mengemas lima gol bersama Juku Eja di kompetisi Indonesia Premier League 2013-14 tersebut pergi meninggalkan PSM.
Spasogol – julukan pemain bernomor punggung 9 – menandatangani kontrak sejak Sabtu (19/5/2013) dengan Mitra Kukar, klub asal Tenggarong, Kalimantan Timur, yang berkiprah di Indonesia Super League 2013-14.
Pihak pengelola PSM, PT Paggolona Sulawesi Mandiri (PSM) terkesan bersepakat untuk tutup mulut menanggapi kepergian Spaso. Sebelum pergi diketahui sang striker merasa tertekan dengan tuntutan beberapa pengamat sepakbola lokal di Makassar yang mengecapnya mulai mandul gol.
Satu-satunya pernyataan yang menjawab minggatnya Spaso berasal dari akun blog miliknya dengan alamat di spasogoal.com yang ditujukan kepada suporter PSM.
Mantan penyerang timnas U-21 Montenegro itu tak pernah membayangkan bahwa saat kepergiaannya dari PSM akan datang sangat cepat. “Kalian semua selalu mendukung saya untuk menjadi legenda di PSM dan meraih kesuksesan besar di klub bersejarah ini. Saya tidak akan pernah melupakan itu. Sayangnya, semuanya tidak sesuai dengan kenyataan,” tulis Spaso.
Dia menyebutkan, telah berdiskusi panjang dengan manajemen PSM dan akhirnya memutuskan untuk menandatangani kontrak dengan Mitra Kukar. Kontraknya sendiri dengan PSM berakhir pada 31 Juli 2013 dan sampai sekarang dia mengaku belum menandatangani kontraknya karena kesulitan keuangan yang dialami klub PSM.
“Artinya, jika saya tetap tinggal, akan ada kemungkinan mulai 1 Agustus nanti saya tidak akan punya klub. Kondisi ini sangat berat karena saya sangat mencintai PSM. Saya berharap kalian semua memahami keputusan saya. Mitra Kukar saat ini merupakan salah satu klub dengan manajemen paling teratur di Indonesia. Jika ada yang berpikir saya pindah hanya demi uang, maka saya harus mengingatkan kalian betapa banyak klub yang sudah saya tolak selama ini demi PSM,” sambung Spaso yang mengaku mencintai suporter fantastis PSM dan merasa akan merindukan spirit dan motivasi mereka.
(Achmad Firdaus)