MANCHESTER – Sergio Aguero mengomentari wacana soal Manchester City yang hanya bergantung pada kekuatan finasial untuk merengkuh kesuksesan. Menurut Aguero City bukanlah satu-satunya klub yang hanya mengandalkan uang.
“Sejumlah orang mengatakan bahwa tim ini dibangun dengan uang, seolah-olah tim lain tidak begitu. Terkadang saya berpikir orang-orang tidak menghargai apa yang telah kami lakukan. Kami adalah juara Premier League!” tutur Aguero, seperti dilansir Mirror, Selasa (8/1/2013).
“Kami memenangi gelar meski Manchester United sempat unggul jauh atas kami. Kami tidak menyerah dan berjuang hingga akhir. Dan pastinya kami adalah tim terbaik,” sambungnya.
Satu dasawarsa lalu, The Citizens bukanlah klub elite Premier League, bahkan namanya tidak termasuk dalam jajaran The Big Four. Saat ditukangi Kevin Keegan pada 2001 silam, City bahkan baru promosi di Premier League.
Namun, City bertransformasi pada musim 2007, saat saham City dibeli oleh Thaksin Shinawatra. Mantan Perdana Menteri Thailand itu menggelontorkan uangnya demi mendapatkan sejumlah pemain berkualitas.
Semusim kemudian perubahan besar terjadi. Saudara muda Manchester United itu menjelma menjadi new emerging force di Premier League usai diambil alih oleh konsorsium Abu Dhabi United yang dipegang oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.
Di bawah miliuner asal Timur Tengah itu City dengan bebas mendatangkan pemain bintang dunia. Emmanuel Adebayor, Kolo Toure, Robinho, Carlos Tevez, Mario Balotelli, Edin Dzeko, Sergio Aguero hingga David Silva, turut hadir di Etihad Stadium.
Pemain internasional Argentina itu kemudian menambahkan bahwa hanya Barcelona lah satu-satunya klub yang tidak mengandalkan uang dalam meraih kesuksean. Menurutnya, kesuksesan Blaugrana dalam beberapa musim terakhir karena mengutamakan pemain lulusan akademi La Masia.
“Saya ingin menjelaskan. Hanya Barcelona saja yang memilik pemain-pemain dari sistem pengembangan pemain muda mereka. Sementara klub-klub lain, termasuk kami tidak bisa begitu,” tandasnya.
(Rintani Mundari)