PSSI: Task Force Sah-Sah Saja

Decky Irawan Jasri, Jurnalis
Rabu 12 Desember 2012 19:52 WIB
Share :

JAKARTA - PSSI menyambut baik dibentuknya tim Task Force (TF) oleh pelaksana tugas (Plt) Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Agung Laksono. Federasi sepak bola Indonesia setuju, asalkan terbentuknya TF bisa membawa sepakbola Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.
 
Agung memang telah secara resmi membentuk tim TF, dalam usaha pemerintah menghindarkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA. TF yang diketuai Rita Subowo (Ketua), Tono Suratman (Anggota), Agum Gumelar (Sekertaris), Djoko Pekik dan Yuli Mumpuni (Wakil Sekertaris), akan secara rutin berkomunikasi dengan FIFA. Karena nasib PSSI sendiri akan ditentukan lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Tokyo, Jepang, 14 Desember mendatang.
 
"Apa yang dilakukan pemerintah dengan membentuk tim Task Force, menjadi hal yang sah-sah saja menurut saya. Intinya kami setuju saja dengan langkah yang dilakukan pemerintah. Ya tentu saja, selama hal tersebut demi kebaikan sepakbola Indonesia," ungkap ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bernhard Limbong saat dihubungi SINDO.
 
Apakah terbentuknya TF oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai bentuk pengambil alihan sepakbola oleh pemerintah? Limbong mengaku tidak ingin menggiring opini kearah itu. Menurutnya, PSSI dan semua pihak yang bersinggunggan langsung dengan permasalahan yang ada saat ini haruslah berfikir positif. Apalagi melihat kondisi persepakbolaan Indonesia yang semakin dekat dengan bayang-bayang sanksi.
 
"Sebaiknya jangan disimpulkan jika pemerintah berusaha mengambil alih atau melakukan bentuk intervensi dalam persepakbolaan Indonesia. Malah kalau menurut saja, tidak perlu jauh-jauh sampai membentuk TF. Pemerintah cukup berlaku tegas saja, itu sudah langkah yang baik," papar pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
 
Dalam kesempatan ini menurut Limbong, PSSI pun juga terus berusaha agar Indonesia tidak dijatuhi sanksi. Seperti yang disampaikan ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin, sebelumnya, Limbong pun menyatakan jika para pengurus PSSI sudah terbang ke Jepang. Selain untuk memenuhi undangan federasi sepak bola Jepang untuk menyaksikan kejuaraan Dunia Antarklub, PSSI juga berusaha bertemu dengan para petinggi FIFA di Tokyo.
 
Adapun para perwakilan PSSI yang terbang ke Jepang selain Djohar di antaranya ada Waketum PSSI, Farid Rahman, Halim Mafudz (Sekjen PSSI), Sihar Sitorus dan Bob Hippy (Anggota Exco PSSI). Menurut Limbong dirinya pun akan menyusul, sebagai usaha untuk bertemu dengan para petinggi organisasi sepakbola dunia tersebut, sebelum digelarnya rapat Exco FIFA.
 
"Mereka yang sudah datang akan melakukan negosiasi-negosiasi kecil-kecilan di sana dengan para petinggi FIFA. Besok (hari ini), saya juga akan menyusul kesana. Kami akan berusaha mengontak beberapa orang di sana. Ya ini juga sebagai bentuk usaha agar sanksi itu tidak benar-benar disanksi FIFA," jelas Limbong.
 
Rita sendiri mengaku, bahwa dirinya akan bertemu dengan PSSI dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), hari ini. Rita yang juga menjabat sebagai ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini pun berharap, semua unsur yang selama ini berkaitan langsung dengan konflik yang terus terjadi, bisa bersama-sama membantu TF menghindarkan sepakbola Indonesia dari bayang-bayang sanksi FIFA yang sudah semakin dekat.
 
"Komunikasi dengan PSSI dan juga KPSI akan kami lakukan besok. Kami berharap TF bisa bekerja sama dengan PSSI dan KPSI dalam usaha menghindarkan sepakbola Indonesia dari sanksi FIFA. Semoga kita bisa sama-sama bekerja sama dengan baik," jelas Rita.
 
Walau baru saja dibentuk oleh Plt Menpora, Rita sendiri mengaku jika TF sudah mulai bekerja sejak seminggu yang lalu. Dan dalam kurun waktu itu pula, TF sudah menjalin komunikasi dengan FIFA. Jadi, sebelum deadline 10 Desember yang diberikan organisasi pimpinan Sepp Blatter dan sebelum dibentuknya TF oleh pemerintah, Rita dkk sudah mulai melakukan pergerakan demi menghindarkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA.
 
"Kami sudah berhubungan dengan FIFA sejak seminggu yang lalu. Sejauh itu juga kami terus siapkan berkas demi berkas yang akan disampaikan kepada AFC. Yang pasti kami berusaha semaksimal mungkin agar sepakbola Indonesia benar-benar terhindar dari sanksi FIFA," tutup Rita.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya