TURIN - Andrea Pirlo mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja hijrah ke klub asal Premier League, Chelsea. Sayang, rencana pemain yang kini membela Juventus itu gagal karena dilarang oleh klubnya saat itu, AC Milan.
Seperti diketahui, Pirlo pernah menjadi pemain I Rossoneri pada medio 2001-2011. Pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut dilatih oleh Carlo Ancelotti saat itu dan menjadi anak emas sang Allenatore.
Pada tahun 2009, Ancelotti memutuskan untuk pergi dari San Siro menuju Chelsea. Saat kepindahannya tersebut, Ancelotti mencoba untuk merayu Pirlo agar mengikuti dirinya hijrah ke Stamford Bridge.
Pirlo pun mengakui bahwa dirinya sempat tertarik dengan ajakan sang pelatih, bahkan hingga melakukan negosiasi dengan kubu The Blues. Sayang, semua itu terhalang oleh manajemen Milan yang bersikeras takkan menjual Pirlo ke klub manapun.
“Jujur saja, Milan tak ingin melepasku. Saya memiliki huibungan cukup kuat dengan Ancelotti. Jadi, saya menghubunginya saat ia pergi ke Chelsea, bahkan hingga saat ia di Paris Saint-Germain saya masih berkomunikasi dengannya,” ungkap Pirlo.
“Saya juga sempat melakukan negosiasi dengan beberapa orang dari Chelsea, tapi Milan tak mau melepasku. Oleh karena itu, saya bertahan. Padahal, itu akan menjadi pengalaman menarik bagi saya, terutama usia saya yang sudah 30 tahun. Tapi, sayangnya itu tidak terjadi," sambungnya, seperti dilansir Daily Mail.
Hingga pada musim lalu, Pirlo resmi bergabung dengan Juventus. Namun, kali ini justru Milan yang memilih untuk menjualnya. Kini, ia pesimistis bakal hijrah ke Premier League, meski dirinya sangat menyukai sepakbola Inggris.
“Saat ini saya masih memiliki kontrak dua musim dengan Juventus. Namun, siapa yang tahu dengan apa yang terjadi nanti pada musim ini atau musim berikutnya?” ujar Pirlo.
“Saya menyukai sepakbola Inggris, banyak klub bagus di sana dan menarik untuk ditonton. Namun, takkan mudah bagi saya untuk beradaptasi dengan gaya berbeda, karena saya sudah pernah bermain dengan pemain banyak karakter berbeda dalam karierku," tutupnya.
(Muhammad Indra Nugraha)