JAKARTA - Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), merilis 28 nama pemain yang akan menjalani pelatihan nasional (pelatnas) mulai 6 September di Batu, Malang. Dari 28 pemain yang dipanggil, dua diantaranya ada Ferdinand Sinaga dan Patrich Wanggai yang sering jadi langganan timnas bentukan PSSI.
Ferdinand sendiri memang dikabarkan sudah menjalin kesepakatan dengan salah satu klub Indonesia Super League (ISL), Persisam Putra Samarinda. Tapi, walau gencar dikabarkan bergabung dengan Pesut Mahakam, julukan Persisam, Ferdinand tetap ikut berlatih dalam platnas tahap kedua di bawah komando Nilmaizar.
Begitu pula dengan keluarnya nama Patrich. Penyerang yang masih tergabung dengan Persidafon Dafonsoro tersebut, adalah salah satu pemain yang jadi langganan timnas bentukan PSSI. Bomber kelahiran Nabire, Papua, tersebut, malahan jarang absen dalam berbagai laga uji coba yang dimainkan timnas bentukan PSSI.
Gerak Patrich seolah tidak terbatasi, walau klub yang dibelanya berkompetisi di ISL. Persidafon seakan tidak memiliki kekuatan untuk melarang sang pemain jika ingin membela timnas bentukan PSSI. Ketidakmampuan Persidafon melarang Patrich, dikabarkan karena masalah finansial.
Munculnya dua nama tersebut, ditanggapi santai oleh penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong. Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menerangkan, jika PSSI tidak dalam posisi tawar menawar dengan pemain-pemain tersebut. Dan Limbong pun masih yakin, jika kedua pemain ini akan terus bersama timnas bentukan PSSI.
“Setahu saya Ferdinand masih dalam platnas dan Patrich masih di Wamena dan dalam dua hari ini sudah bergabung. Saya juga belum dengar adanya kabar Ferdinand sudah meninggalkan platnas,” ungkap Limbong.
“Kami tidak mau berandai-andai harus bagaimana. Kalau mereka tidak mau dipanggil, itu adalah hak dari masing-masing pemain itu sendiri menurut saja. Kami tidak mau ada usaha untuk mempertahankan, karena bermain di timnas tidak boleh setengah-setengah hati,” sambungnya.
Nilmaizar, pelatih timnas Merah Putih, mengaku Ferdinand sudah tidak lagi ada dalam masa platnas timnas di Lapangan Halim Perdanakusuma, Jakarta, sejak kemarin pagi. Dan Ferdinand pun menurut mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut, tidak meminta izin terlebih dahulu soal kepergiannya dari platnas timnas bentukan PSSI.
"Ferdinand mulai tadi pagi (kemarin) sudah tidak ikut lagi dalam platnas. Saat meninggalkan platnas pun, dia tidak memberikan kabar kepada saya," ujar Nil.
Sementara itu, Benny Dolo yang diplot sebagai Direktur Tehnik (Dirtek) timnas bentukan KPSI, munculnya nama Ferdinand dan Patrich memang atas rekomendasi dirinya dengan Alfred Riedl. Pemanggilan itu menjadi wajar, karena kedua pemain ini juga tergabung dalam ISL.
“Kami sebenarnya baru akan menyampaikan skuad yang ada pada tanggal 5 september mendatang, tapi kalau sekarang sudah ada bocoran pasti itu sepetahuan Riedl sebagai pelath kepala. Ferdinand dan Patrich memang menjadi pemain yang kami panggil, tentu dilihat dari kualitasnya,” papar Bendol, sapaan akrab Benny Dolo.
Namun Bendol menyatakan, jika sampai saat ini dirinya belum sekalipun menjalin komunikasi dengan kedua pemain tersebut. Tapi, karena Ferdinand dan Patrich adalah pemain yang klubnya berlaga di ISL, masing-masing klub yang mereka bela pasti telah memberikan informasi soal adanya pemanggilan tersebut.
“Kalau dari saya memang belum ada komunikasi dengan keduanya, tapi nama-nama ini kami dapatkan juga atas adanya berbagai rekomendasi. Kami pun terus memantau perkembangan mereka, sampai pada akhirnya kami putuskan memanggil 28 pemain dalam platnas kali ini,” jelas Bendol. (decky irawan jasri)
28 Pemain Yang Dipanggil Timnas Bentukan KPSI :
Kiper: Kurnia Meiga (Arema Indonesia), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), I Made Wirawan (Persiba Balipapan), Choirul Huda (Persela Lamongan)
Bek: Benny Wahyudi (Arema Indonesia), Abd Rahman (Sriwijaya FC) Supardi (Sriwijaya FC), Hamka Hamzah (Mitra Kukar), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), Zulkifli Syukur (Persib Bandung), Jajang Sukmara (Persib Bandung), Hasim Kipauw (Persija Jakarta), Victor Igbonefo (Pelita Jaya FC)
Gelandang: Ponaryo Astaman (Sriwijaya FC), Firman Utina (Sriwijaya FC), M Ridwan (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Zulham Zamrun (Mitra Kukar) Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta), Eka Ramdani (Persisam Putra Samarinda), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya FC), Ferry Pahabol (Persidafon Dafonsoro), Saddam Husein (PS Sumbawa Barat)
Penyerang: Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Cristian Gonzales (Persisam Putra Samarinda), Ferdinand Sinaga (Persisam Putra Samarinda), Greg Nwokolo (Pelita Jaya FC), Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro).
(Randy Wirayudha)