JEPARA – Penantian panjang Persijap berakhir kemarin. Catatan kekalahan dalam delapan laga beruntun di kancah liga dan Piala Indonesia akhirnya terhenti. Persijap mengemas kemenangan penting saat menjamu tamunya Bontang FC di Stadion Gelora Bumi Jepara dengan skor 2-0.
Mesin gol Persijap asal Cile Julio Lopez membuka pesta tuan rumah di masa injury time setelah tendangannya gagal diselamatkan kiper bontang FC Sumardi. Di menit 72, giliran Noor Hadi yang masuk menggantikan Made Wirahadi di awal babak kedua membuat pendukung Persijap kembali bersorak.
Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi skuad Laskar Kalinyamat. Terlebih bagi perjalanan karir Sartono Anwar di Persijap. Setelah gagal di debutnya saat kalah di kandang Persema pekan lalu, akhirnya mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini memberikan kemenangan untuk persijap di pertandingan kedua.
”Kemenangan untuk seluruh pendukung Persijap. Para pemain memahami apa yang dibutuhkan tim di lapangan. Saya berharap hasil ini mampu mendongkrak moral bertanding para pemain dan menjadi daya tarik bagi publik sepak bola Jepara untuk kembali hadir di stadion menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding,” kata Sartono Anwar dalam jumpa pers usai pertandingan.
Meskipun menang, namun posisi Persijap di table klasemen tidak berubah. Banaken Bossoken dkk tetap menjadi penghuni posisi 10 dengan mengantongi 16 poin. Nilai Persijap sebenarnya sama dengan Arema yang berada di peringkat sembilan. Akan tetapi, Persijap kalah dalam urusan produktifitas gol. Laskar Kalinyamat masing mengalami defisit 14 gol. Sedangkan Arema surplus tiga gol.
Tampil tanpa dua pilar di belakang, masing-masing Anam Syahrul dan Mahrus Bahtiar tidak membuat lini pertahanan Persijap terganggu. Dua pemain pengganti Kasiyadi dan Catur Rintang mampu menjalankan tugasnya dengan baik bersama Banaken Bossoken. Bahkan, sesekali Banaken Bossoken berani meninggalkan posnya untuk membantu serangan. Di pertengahan babak pertama, peluang emas didapat Banaken setelah dia menerima bola tepat di depan kiper lawan tanpa pengawalan. Namun bola sontekannya terlalu lemah dan memudahkan Sumardi melakukan penyelamatan.
Sementara itu, kekalahan di Jepara kemarin semakin membenamkan Bontang FC di dasar klasemen dengan 10 poin. Psikis pemain yang terganggu karena pencairan gaji terlambat lima bulan diakui atau tidak telah membuat perfoma tim berjuluk Laskar Bukit Tursina tersebut menurun drastis.
”Inilah sepak bola. Inilah kemampuan yang kami miliki. Kami belum menyerah dan akan memaksimalkan pertandingan di kandang nanti,” kata Taufik Hilman, asisten pelatih Bontang FC.
(Fitra Iskandar)