LIVERPOOL - Kasus rasisme Luis Suarez tidak hanya membuat sejumlah orang kecewa. Sponsor Liverpool Standard Chartered pun resah, terlebih Suarez kembali berbuat ulah menapik ajakan salaman Patrice Evra.
“Kami sangat kecewa dengan insiden Sabtu kemarin dan kami telah mendiskusikan masalah itu dengan klub,” begitu bunyi keterangan Standard Cartered seperti dikutip The Scotsman, Selasa (14/2/2012).
Sehari setelah insiden memalukan itu, Suarez dan Kenny Dalglish meminta maaf dalam sebuah wawancara televisi. Direktur Liverpool Ian Ayre sebelumnya juga mengeluarkan pernyataan yang tak kalah keras melihat ulah anak buahnya itu.”Sikap itu tidak bisa diterima,” katanya.
Padahal saat kasus rasisme Suarez dan Patrice Evra mencuat sejak Oktober lalu, The Reds tidak melepaskan dukungan terhadap striker Uruguay itu. Para pemain bahkan sempat mengenakan kaus dukungan bergambar Suarez sebelum menghadapi Wigan Athletic Desember lalu.
Perubahan sikap Liverpool diduga tidak terlepas dari tekanan yang datang dari pihak Standard, namun hal itu langsung dibantah klub. Liverpool hanya mendapat dukungan penuh, bukan diintervensi atau dipengaruhi Bank itu.
“Ian Ayre selalu membuat Standard Chartered mendapatkan informasi dari perkembangan kasus ini. Aksi yang dilakukan klub memang didukung oleh sponsor yang menggelontorkan dana 81 juta pounds untuk kerjasama selama empat tahun dengan Liverpool.
(Achmad Firdaus)