MADRID – Kepler Laveran Ferreira Lima alias Pepe, beberapa waktu lalu sempat dijuluki ‘Anti-Messi’ oleh para Madridistas setelah beberapa kali bertemu dengan musuh abadinya, Barcelona di berbagai ajang.
Setiap pertemuan dengan Barcelona itulah, Pepe selalu mendapat tugas untuk ‘mengunci’ pergerakan Messi dengan selalu diposisikan sebagai gelandang jangkar di belakang Xabi Alonso dan Mesut Ozil. Sang Entrenador percaya, menempatkan Pepe di tengah dapat merusak irama permainan Triangle Possession Barcelona yang kerap dilakoni Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan Lionel Andres Messi, sebagaimana disitat Goal, Rabu (18/5/2011).
“Saya tidak bermain untuk mendapatkan julukan itu. (Membungkam Messi) merupakan hasil kerjasama tim. Kami semua terlibat dalam duel melawan mereka,” beber Pepe kepada AS.
“Memang benar, Messi tak dapat berbuat banyak ketika saya ada di lapangan. Namun dengan adanya julukan tersebut, berarti saya telah melakukan tugas saya dengan baik,” tambah pemain berdarah Brasil ini.
Menanggapi final antara musuh bebuyutannya itu kontra Manchester United, mudah saja, sudah barang tentu Pepe akan menjagokan United. Selain karena rivalitas Madrid dan Barcelona, juga karena di United terdapat beberapa sahabatnya.
“Sudah tentu saya menjagokan Manchester di final. Beberapa teman saya bermain di sana, seperti Anderson dan Luis Nani,” tutup bek berusia 28 tahun ini.
(Fitra Iskandar)